Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tegaskan pentingnya kader berkualitas serta titipkan lima fokus kerja strategis dalam retret dan ToT Karang Taruna di Bogor, Jumat (31/7/2026). Foto: Kemensos RIKetua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Budisatrio Djiwandono menegaskan bahwa masa depan Karang Taruna tidak ditentukan oleh banyaknya anggota, melainkan kualitas kader yang mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.Pernyataan tersebut disampaikan dalam Training of Trainers (ToT) sekaligus Retret Pengurus Nasional Karang Taruna di Eco Edu Forest, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026)."Sebuah organisasi yang kuat, organisasi yang besar, organisasi yang berdampak itu tidak ditentukan dengan jumlah atau kuantitas kader-kader. Tapi ditentukan oleh kualitas daripada kader-kader di dalam organisasi itu sendiri," ujarnya.Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tegaskan pentingnya kader berkualitas serta titipkan lima fokus kerja strategis dalam retret dan ToT Karang Taruna di Bogor, Jumat (31/7/2026). Foto: Kemensos RIBudisatrio menambahkan Karang Taruna yang telah berdiri hampir 66 tahun harus terus memperkuat organisasi melalui kaderisasi yang berkelanjutan. Lantaran itu Karang Taruna terbuka bagi seluruh anak muda yang ingin mengabdi tanpa memandang latar belakang suku, agama, pandangan politik, maupun status sosial. Yang dibutuhkan adalah semangat untuk berkontribusi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.Menurut Budisatrio, penguatan kualitas kader menjadi fokus kepengurusan saat ini melalui pembenahan organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyelenggaraan Training of Trainers yang diharapkan dapat melahirkan kader-kader penggerak di berbagai daerah.Pandangan tersebut selaras dengan pemikiran Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Dia mengatakan Karang Taruna memiliki modal sosial yang sangat besar untuk mendukung pembangunan kesejahteraan sosial, sehingga kualitas kader menjadi faktor penting dalam menggerakkan potensi tersebut.Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tegaskan pentingnya kader berkualitas serta titipkan lima fokus kerja strategis dalam retret dan ToT Karang Taruna di Bogor, Jumat (31/7/2026). Foto: Kemensos RISaat ini terdapat lebih dari 31 ribu titik pengabdian Karang Taruna yang sebarannya meliputi 136 kabupaten/kota, lebih dari 1.600 kecamatan, hampir 29 ribu desa dan kelurahan, serta telah menjangkau 16 provinsi. Sementara itu, jumlah kader yang tercatat mencapai lebih dari 83 ribu orang."Ini adalah modal sosial yang luar biasa. Ini aset bangsa dan ini adalah tantangan untuk Pak Budi dan teman-teman sekalian," kata Gus Ipul.Gus Ipul menitipkan lima fokus kerja kepada Karang Taruna, yakni membantu pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), mendampingi keluarga penerima manfaat agar semakin mandiri, memperkuat kesiapsiagaan bencana, mengembangkan kewirausahaan pemuda, serta mendampingi kelompok-kelompok rentan.Menurut Gus Ipul, keberadaan Karang Taruna hingga tingkat desa menjadikannya mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan berbagai program sosial."Kami mengajak Karang Taruna turut berpartisipasi menyukseskan program-program Bapak Presiden Prabowo dalam rangka melayani kelompok-kelompok rentan, memperkuat data, dan ikut dalam program-program pemberdayaan di berbagai desa dan kelurahan di Indonesia," ujarnya.Retret Pengurus Nasional Karang Taruna diikuti 107 pengurus nasional dan 18 pengurus Karang Taruna tingkat provinsi. Kegiatan berlangsung hingga 2 Agustus 2026 dengan agenda penguatan kapasitas organisasi, outbound, serta bakti sosial berupa penyaluran perlengkapan sekolah dan air bersih bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.