BCA Harap Gubernur BI yang Baru Dapat Bawa Ekonomi RI Tumbuh Lebih Baik

Wait 5 sec.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong. Foto: BCAPT Bank Central Asia Tbk (BCA) buka suara soal Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Senin (27/7).Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengatakan pihaknya masih ikut memantau perkembangan selanjutnya mengenai pergantian jabatan gubernur BI.“Mengenai Gubernur BI, kita tunggu saja kabar berikutnya,” kata Hendra dalam konferensi pers Kinerja BCA Kuartal II 2026 secara daring, Selasa (28/7).Katanya, siapa pun yang nantinya ditunjuk diharapkan dapat menjaga semangat untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia agar semakin baik.“Ya pesan untuk calon-calon (Gubernur BI) nya tentu selalu semangat untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia supaya lebih baik lagi,” tutur Hendra.Dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada Minggu (26/7), BI menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur BI sementara.Pastikan Penyesuaian Bunga Kredit Dilakukan BertahapGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida Budiman (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Ja Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTOSementara itu, Direktur BCA, Vera Eve Lim, mengatakan pertumbuhan kredit perseroan tetap terjaga pada semester I 2026.Eva menyebut capaian tersebut diraih meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin dalam sebulan terakhir. Menurutnya, BCA lebih mengutamakan pertumbuhan kredit yang tetap sehat.“Secara keseluruhan, kita masih on target, mempertahankan target (kredit) untuk sepanjang tahun 2026,” ucap Vera dalam kesempatan yang sama.Ia menambahkan, transmisi kenaikan suku bunga acuan ke bunga kredit BCA sejauh ini relatif terbatas. Secara kuartalan, bunga kredit hanya naik sekitar 4 basis poin, jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 100 basis poin.“Karena kita utamakan adalah potensi pertumbuhan yang lebih baik,” lanjut Vera.Kemudian, Hendra menambahkan bahwa BI yang telah menaikkan suku bunga 100 basis poin belum sepenuhnya tercermin pada bunga kredit.Menurut Hendra, penyesuaian bunga kredit baru dapat dilakukan ketika pinjaman yang berjalan telah jatuh tempo sehingga proses transmisinya berlangsung secara bertahap.“Dan juga kita tidak menaikkan di semua nasabah. Kita hanya menaikkan nasabah yang selektif, yang kita lihat dari sisi bisnis masih bisa untuk kita naikkan. Untuk nasabah yang tentu rate-nya sudah tinggi, kita tidak naikkan,” jelas Hendra.BI sebelumnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21-22 Juli 2026.