Pemkot Surabaya Pastikan Anak yang Diduga Dibawa Paksa Ayah Dalam Kondisi Baik

Wait 5 sec.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat menemui Sunardi serta putrinya berinisial A (5) yang diduga dibawa paksa dan ditelantarkan, Jumat (31/7/2026). Foto: Dok. Pemkot SurabayaPemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menindaklanjuti terkait Agustin Arimardika (33), seorang ibu warga Jalan Bagong Ginayan, Kota Surabaya, yang mengaku putrinya dibawa paksa oleh mantan suaminya, Sunardi.Dari informasi yang beredar, anak 5 tahun berinisial A itu diduga diajak mengemis hingga ditelantarkan oleh Sunardi.Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kondisi anak serta menelusuri kebenaran informasi tersebut."Tadi malam kami klarifikasi dengan teman-teman Polres terkait berita bahwa ada anak yang dieksploitasi oleh bapaknya untuk mengemis, untuk mengamen," kata Ida saat berkunjung ke rumah anak tersebut di kawasan Dinoyo, Surabaya, Jumat (31/7).Ida menyampaikan, pihaknya telah bertemu langsung dengan Sunardi serta anaknya tersebut. Ternyata, kondisi anak tersebut dalam keadaan baik dan saat ini diasuh oleh Sunardi."Alhamdulillah kami sudah ketemu dengan anaknya dan anaknya dalam kondisi baik-baik saja dalam pengasuhan bapaknya," ucapnya.Selain itu, DP3A-PPKB juga meminta keterangan terhadap Agustin yang sebelumnya menyampaikan dugaan penelantaran itu. Namun, hingga kini belum ada bukti yang terkait penelantaran tersebut."Sampai saat ini kami belum mendapatkan bukti itu. Termasuk teman-teman Polres tadi malam juga menunggu bukti dari yang disampaikan ibunya," jelasnya.Sejauh ini, kata Ida, belum ada fakta yang membenarkan informasi yang beredar itu."Sampai saat ini belum ada klarifikasi kebenaran dari apa yang disampaikan oleh ibunya," kata Ida."Jadi sementara kami memang percaya bapaknya, karena bapaknya sudah bisa melakukan pengasuhan dengan baik, anaknya juga sudah disekolahkan. Tadi pagi kami cek ke sekolahnya juga anaknya sekolah dan diantar oleh bapaknya," imbuhnya.Tim DP3A-PPKB Surabaya juga telah memastikan kondisi psikologis anak tersebut dan tidak menunjukkan adanya trauma."Secara psikologi anaknya baik-baik saja, tidak ada trauma, dia bermain, berkomunikasi dengan baik. Dengan kami pun juga tidak ada ketakutan, langsung bisa akrab begitu," katanya.Ayah Buka SuaraPemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat menemui Sunardi serta putrinya berinisial A (5) yang diduga dibawa paksa dan ditelantarkan, Jumat (31/7/2026). Foto: Dok. Pemkot SurabayaMenanggapi tuduhan yang beredar, Sunardi membantah informasi yang menyebut dirinya menelantarkan maupun mengeksploitasi putrinya."Saya memberikan A pendidikan yang baik, memberi nafkah yang baik, memberi makan selayaknya seorang ayah kepada anak. Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Itu semua fitnah," ujar Sunardi.Ia juga membantah tuduhan bahwa putrinya pernah diajak mengamen ataupun mengemis."Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Saya enggak pernah menyuruh anak saya ngamen, mengemis," tegasnya.Sementara itu, kakak kandung Sunardi, Hariyanto, mengatakan bahwa selama ini keluarganya telah memenuhi kebutuhan sehari-hari anak itu."Kalau A sama ayahnya ya baik-baik saja. Kalau di (Pasar Keputran) ya sekadar main. Kalau terkait kayak makan sudah dicukupi sama ayahnya," ujar Hariyanto.Ia juga membantah tuduhan bahwa keponakannya pernah diajak mengemis atau ditelantarkan oleh Sunardi."Enggak pernah diajak ngemis, itu enggak pernah. Apalagi ditelantarkan, itu enggak ada," katanya."Semua saudaranya Sunar tanggung jawab sama keponakan, bantu. Kasih jajan, kasih makan. Enggak pernah ditelantarkan," tambah dia.Menurutnya, sesuai sekolah, keseharian A bermain bersama saudara dan anak-anak lain."Kalau di Pasar Keputran itu ya main sama saudaranya, ya lari-lari gitu. Ya, sama anak saya, sama anak tetangga juga," ungkap dia.Hal senada juga disampaikan kakak kandung Sunardi lainnya, Iramawati. Ia juga membantah tuduhan bahwa A ditelantarkan oleh ayahnya."(Tuduhan) palsu itu semua, apalagi ditelantarkan. Apalagi dibilang minta-minta, itu tidak benar," kata Iramawati.Iramawati menyampaikan, keberadaan A di Pasar Keputran itu hanya sedang bermain saat menemani tantenya berjualan."Di Pasar Keputran itu cuma main-main saja. Ikut tantenya jualan cabai, peracangan di Pasar Keputran," ucapnya.Adapun permasalahan ini mencuat setelah Agustin mengaku tengah berupaya mendapatkan kembali anaknya. Perempuan tersebut menyebut anaknya dibawa mantan suaminya sejak awal Maret 2026 setelah sebelumnya diantar menginap saat libur sekolah. Namun, ketika hendak dijemput untuk kembali bersekolah, mantan suaminya disebut menolak mengembalikan anak tersebut.