Ilustrasi janin 22 Minggu. Foto: Shutter StockDinyatakan positif hamil, tapi tiba-tiba janinnya hilang?Banyak mitos yang beredar, kalau hal itu terjadi karena janinnya diambil jin. Tapi, jangan langsung percaya ya, Moms!Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Indra Tarigan, Sp.OG, menegaskan bahwa kondisi yang sering dikaitkan dengan janin diambil jin sebenarnya memiliki penjelasan medis yang dapat diterangkan secara ilmiah.Kesalahpahaman tentang Kehamilan KosongIlustrasi wanita keguguran. Foto: Motortion Films/ShutterstockMenurut dr. Indra, salah satu alasan munculnya mitos tersebut adalah kesalahpahaman dalam memahami kondisi kehamilan."Hamil yang hilang diambil jin itu tidak ada. Ada alasan kuat kenapa saya bisa mengatakan itu," ujar dr. Indra pada kumparanMOM, Rabu (29/7).Ia menjelaskan, kondisi yang sering disalah artikan sebagai janin hilang adalah kehamilan kosong atau kehamilan yang tidak berkembang."Misalnya begini, seorang ibu datang, dikatakan hamil tetapi hamilnya, 'Bu, ini kantongnya ada tetapi bayinya enggak ada, hamilnya kosong.' Ini merupakan suatu kondisi medis yang disebut blighted ovum atau hamil tidak berkembang," jelasnya.Pada kondisi ini, kantung kehamilan terbentuk di dalam rahim, tetapi embrio tidak berkembang. Karena itu, ibu tetap mendapatkan hasil positif saat tes kehamilan, tetapi pada pemeriksaan USG tidak ditemukan janin yang berkembang.Kehamilan Palsu Bisa Menyerupai Kehamilan SungguhanSelain kehamilan kosong, dr. Indra mengatakan bahwa kehamilan palsu atau pseudocyesis juga kerap menjadi penyebab munculnya anggapan janin hilang secara misterius.Pada kondisi ini, seseorang mengalami perubahan hormon yang membuat tubuh menunjukkan tanda-tanda kehamilan, seperti perut membesar, tidak menstruasi, hingga merasakan sensasi seperti ada gerakan janin."Orang yang mengalami kehamilan palsu bisa mengalami perubahan hormon yang membuat tubuhnya persis seperti hamil. Perutnya membesar, ada rasa seperti anak bergerak-gerak di dalam, tidak datang bulan, bahkan tes kehamilan kadang bisa positif," kata dr. Indra.Namun, kondisi tersebut bersifat sementara. Setelah beberapa bulan, perut yang membesar akan kembali mengecil dan dapat disertai perdarahan.Di Negara Maju Tidak Ada Istilah Hamil Diambil JinMenurut dr. Indra, di negara maju seperti Amerika, Jerman, Inggris hingga Arab Saudi yang pendidikannya lebih tinggi dan kaya, tidak pernah beredar istilah hamil hilang diambil Jin."Karena memang tidak ada! ini hanya kepercayaan turun-menurun sebagai mitos dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah," ujarnya.Karena itu, para ibu disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami masalah selama kehamilan. Dengan begitu, kondisi yang terjadi dapat dipahami berdasarkan penjelasan medis yang tepat, bukan sekadar mitos yang beredar di masyarakat, Moms.