Dokter Ungkap 2 Faktor Utama yang Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Wait 5 sec.

Talkshow Sekolah Cikal dan Siloam Hospital pada kumparanMOM Festival Hari Anak 2026 di Ex Taman Anggrek, GBK, Jakarta, MInggu (26/7/2026). Foto: kumparanSetiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh sehat dan berkembang sesuai usianya. Namun, proses tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makanan, tetapi juga berbagai faktor lain, baik yang berasal dari dalam tubuh maupun dari lingkungan.Dalam acara kumparanMOM Festival Hari Anak 2026 di ex-Taman Anggrek, GBK, Sabtu (25/7), Dokter Spesialis Anak dari Siloam Hospitals Mampang, dr. Andreas Dhymas, Sp.A, menjelaskan bahwa secara umum ada dua faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.Tumbuh Kembang Anak Dipengaruhi Faktor Intrinsik dan Ekstrinsik, Apa Bedanya?Ilustrasi anak dan orang tua. Foto: ShutterstockFaktor Intrinsik Merupakan faktor yang berasal dari dalam diri anak, seperti kondisi genetik atau penyakit bawaan. Menurut dr. Andreas, anak yang lahir dengan penyakit bawaan, misalnya penyakit jantung bawaan, umumnya akan mengalami tantangan dalam pertumbuhan berat badan."Misalnya, kalau dia lahirnya dengan penyakit jantung bawaan sangat wajar sekali ketika berat badannya akan semakin sulit untuk naik,” tuturnya.Meski kebutuhan nutrisi anak sudah terpenuhi, adanya penyakit bawaan membuat tubuh membutuhkan energi lebih besar. Oleh karena itu, penanganan kondisi tersebut perlu dilakukan bersama antara dokter dan orang tua agar pertumbuhan anak tetap optimal.Talkshow Sekolah Cikal dan Siloam Hospital pada kumparanMOM Festival Hari Anak 2026 di Ex Taman Anggrek, GBK, Jakarta, MInggu (26/7/2026). Foto: kumparan- Faktor Ekstrinsik Faktor ini lebih memungkinkan diupayakan oleh orang tua. Salah satu yang paling penting adalah pemenuhan nutrisi, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.Menurut dr. Andreas, pemberian nutrisi yang optimal pada masa ini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan anak sekaligus membantu mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah.Tak kalah penting, orang tua juga perlu memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia anak. Stimulasi dapat dimulai sejak bayi baru lahir, misalnya dengan mengajak bayi berbicara atau melakukan tummy time secara rutin. Aktivitas sederhana ini dapat membantu mengoptimalkan perkembangan motorik, sensorik, dan kemampuan komunikasi anak.Ilustrasi ibu punya anak bayi dan balita. Foto: GOLFX/ShutterstockDr. Andreas juga mengingatkan bahwa kesibukan bekerja tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak untuk mendapatkan stimulasi yang cukup. Jika pengasuhan sehari-hari dibantu oleh pengasuh atau anggota keluarga lain, orang tua perlu memastikan mereka memahami cara memberikan stimulasi sesuai tahapan usia anak."Sebagai orang tua ada kesibukan bekerja, memberikan hak kepada pengasuh supaya tetap menjaga atau memberikan stimulasi sesuai dengan usianya,” pungkasnya.