Beberapa tahun ke belakang nama Spider-Man mulai mengalami perubahan, dari asalnya seorang pahlawan tingkat jalanan jadi sebuah makhluk yang tak bisa dipisahkan dari yang namanya Multiverse. Kesuksesan komik ‘Spider-Verse’ dan film animasi ‘Spider-Man: Into The Spider-Verse’ (2018) & ‘Spider-Man: Across The Spider-Verse’ (2023) jadi saksi perubahan your friendly neighborhood Spider-Man jadi sebuah ikon Multiverse. Hal itu dibuat lebih jelas di film ‘Spider-Man: No Way Home’ (2021) yang berhasil mengumpulkan 3 pemeran Spider-Man, Tom Holland, Tobey Maguire, dan Andrew Garfield juga memecahkan rekor Box Office pada saat itu. Setelah banyaknya konten Multiverse yang didapat, fans menginginkan hal yang sederhana. Bukan Spider-Man yang menyelamatkan Multiverse, tapi menjadi simbol harapan bagi orang sekitarnya. Spider-Man yang menyelamatkan anak kecil di jalan hingga Spider-Man yang menghentikan perampokan bank. ‘Spider-Man: Brand New Day’ (2026) jadi jawaban dari permintaan tersebut.‘Spider-Man: Brand New Day’ membawa kita ke petualangan Peter Parker empat tahun setelah kejadian ‘Spider-Man: No Way Home’ dimana semua orang melupakan siapa itu Peter Parker dan ia hidup sepenuhnya sebagai Spider-Man. Di tengah rasa kesepian dan trauma yang masih membekas, Peter harus menghadapi perubahan pada kekuatan supernya yang semakin sulit dikendalikan. Kini, ia dituntut untuk menguasai kemampuan barunya demi menghentikan ancaman dari musuh misterius yang mengancam. Kalau kamu penggemar Spider-Man, sinopsis ini pasti langsung mengingatkan pada kisah klasik di komiknya. Peter Parker selalu menjalani kehidupan yang penuh masalah sebagai manusia biasa, sementara saat mengenakan topeng Spider-Man, ia justru menjadi sosok yang dicintai dan dibutuhkan banyak orang. Kontras itulah yang perlahan membuat Peter kehilangan arah sebagai dirinya sendiri, hingga identitasnya sebagai Spider-Man terasa jauh lebih berarti dibanding kehidupan Peter Parker.‘Spider-Man: Brand New Day’ berhasil membuat film Spider-Man yang street level tapi punya hati. Film ini mengajak kita melihat bagaimana kehidupan Spider-Man secara perlahan merusak kehidupan Peter Parker yang sudah terlupakan. Eksplorasi kesendirian dan depresi digambarkan dengan sangat baik di film ini. Tom Holland berhasil memberikan performance terbaik dia sebagai Spider-Man sejauh ini, kita dibuat merasakan perjalanan Peter Parker yang menyayat hati namun berhasil dibuat ketawa dengan celetukan-celetukan khas Spider-Man yang muncul di film ini.Film ini memiliki isu penting yang sangat baik diperlihatkan ke layar. Tentang bagaimana kesendirian dan depresi bisa membuat kita lupa akan siapa kita sebenarnya. Spider-Man yang berkembang dengan kekuatan barunya perlahan melupakan sosok asli di balik topeng yaitu Peter Parker. Lewat film ini, ia harus menemukan jati dirinya sebagai Spider-Man atau Peter Parker?Akhirnya kita punya swinging scene yang keren di film Spider-Man MCU! Sutradara Destin Daniel Cretton berhasil buat adegan swinging yang memuaskan di setiap kemunculannya! Destin berhasil mencampurkan swinging praktikal juga CGI dengan sangat baik, membuat kita merasa ikut berayun bersama Spider-Man. Action scene di film ini juga jadi beberapa adegan paling kreatif dalam film Spider-Man. Terlihat tim di balik layar film ini peduli untuk memberikan pengalaman menonton Spider-Man sebaik mungkin. Banyak referensi dari game, komik, bahkan film Spider-Man terdahulu yang dimasukkan dalam action scene film ini.Kemunculan Jon Bernthal sebagai The Punisher di film ini jadi highlight tersendiri. Awalnya banyak yang khawatir bagaimana The Punisher bisa muncul dalam film yang memiliki rating 13+? Kekhawatiran itu dijawab sudah lewat performance The Punisher yang lebih manusiawi dan lucu. Melihat tektokan Spider-Man bersama Punisher di film ini berhasil membuat layer baru yang menghibur lewat chemistry Tom Holland dan Jon Bernthal.Karakter lain yang menghiasi film ini ada duo sahabat Spider-Man, MJ yang diperankan oleh Zendaya dan Ned Leeds yang diperankan oleh Jacob Batalon. Meskipun secara development karakter mereka tidak ada perubahan signifikan, namun kontribusi mereka dalam adegan emosional dan drama berhasil membuat kami menangis.Salah satu pendatang baru MCU yang dikenalkan di film ini adalah Sadie Sink dengan karakter misteriusnya. Sebuah misteri yang terbayarkan dan memuaskan dalam film ini. Sadie juga memerankan karakter ini dengan sangat baik sebagai villain utama di ‘Spider-Man: Brand New Day’. Mark Ruffalo kembali sebagai Bruce Banner/Hulk di film ini! Meskipun porsinya tidak banyak namun ia sangat penting. Senang sekali akhirnya bisa melihat Hulk yang buas dan bukan Professor Hulk yang pintar. Sudah lama sekali semenjak kita melihat aksi Hulk seperti di film ‘Spider-Man: Brand New Day’.At the end, ‘Spider-Man: Brand New Day’ mengangkat tema yang lebih mature tentang loneliness and depression, namun mampu membuat sebuah film yang fun dan hopeful. Dengan stakes yang tinggi namun dibuat sederhana, sejauh ini bisa kami bilang bahwa ‘Spider-Man: Brand New Day’ adalah film terbaik Spider-Man di MCU.5/5Penulis : Rafy KhilzyThe post Review ‘Spider-Man: Brand New Day’ – Petualangan Spider-Man Yang Lebih Mature Tapi Dekat Di Hati appeared first on Cinemags.