Batik: Dari Warisan Sakral ke Medium Ekspresi Modern

Wait 5 sec.

Batik Iwan Tirta. Foto: Instagram @iwantirta_batikSelama ini, batik dikenal sebagai kain, busana, hingga motif. Namun, bagi jenama Iwan Tirta, batik memiliki makna yang lebih dari itu. Batik merupakan warisan yang harus dijaga sekaligus medium untuk terus berkreativitas.Dalam perjalanannya mengemas batik ke dalam berbagai busana, Iwan Tirta terus mengembangkan karya-karyanya tanpa meninggalkan warisan yang telah ditinggalkan mendiang sang pendiri, Iwan Tirta.Kami, brand Iwan Tirta, diberi tanggung jawab untuk bisa mengembangkan 14.000 motif yang diwariskan oleh Pak Irwan Tirta. Sekarang warisan tersebut kami kembangkan hingga menjadi 45.000 motif,” kata Rindu Melati Pradnyasasmita, Senior Brand Manager and Head of Marketing Iwan Tirta Private Collection.Batik Iwan Tirta. Foto: Instagram @iwantirta_batikSeiring perkembangan zaman, batik juga hadir dalam beragam bentuk dan teknik, mulai dari batik cap hingga batik print. Menurut Rindu, perkembangan tersebut sebenarnya sudah diprediksi oleh mendiang Iwan Tirta. Dalam bukunya, Iwan Tirta pernah menuliskan bahwa suatu hari batik print dapat berkembang luas.“Hal yang tidak kami lupakan adalah batik itu sebagai motif, sebagai teknik, dan sebagai karya itu sendiri,” ujar Rindu.Batik tak hanya tampil di kainBatik Iwan Tirta. Foto: Instagram @iwantirta_batikPerkembangan batik juga membuka ruang untuk menghadirkan medium baru yang tidak terbatas pada kain dan busana. Motif batik dapat diterapkan ke berbagai produk, termasuk material seperti perak (silver) hingga interior. Bagi Iwan Tirta, eksplorasi tersebut menjadi salah satu cara untuk memperluas bagaimana batik dapat hadir dan dinikmati dalam kehidupan sehari-hari.“Batik itu sebagai motif, sebagai teknik, dan sebagai karya itu sendiri,” ujar Rindu.Menurut Rindu, perkembangan tersebut perlu terus diperluas tanpa mengkotak-kotakkan batik hanya pada bentuk atau medium tertentu. Meski begitu, eksplorasi tetap perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap nilai dan konteks di balik setiap motif. Sebab, ada sejumlah motif batik yang memiliki makna dan dianggap sakral sehingga penggunaannya memiliki batasan tertentu.Di sisi lain, perkembangan batik yang semakin luas juga diharapkan dapat membuat generasi muda lebih berani mengenakannya. Rindu menyadari masih ada anak muda yang merasa takut salah ketika memakai batik, terutama karena khawatir memilih motif atau cara mengenakan yang dianggap kurang tepat.Menurutnya, rasa khawatir tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk menjauh dari batik. Generasi muda justru bisa mulai mengenakan batik sesuai dengan gaya dan kebutuhan masing-masing. Menurut Rindu, eksplor saja batik sesuai gaya masing-masing—itu sekaligus jadi salah satu cara untuk mengapresiasi batik.Batik adalah ekspresi. Misal aku hari ini merasa pengin formal atau modern, aku akan pilih motif tertentu. Jadi menurut aku batik adalah ekspresi diri,” tutup Rindu.