BMKG Catat 62 Gempa Susulan di Sumba Barat Daya NTT: Tertinggi 4,3 Magnitudo

Wait 5 sec.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan saat memaparkan prediksi musim hujan 2026/2027 dalam konferensi pers di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanBMKG mencatat sebanyak 62 gempa bumi susulan setelah gempa bumi 5,9 magnitudo mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10).Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan puluhan gempa susulan tersebut tercatat hingga pukul 08.05 WIB. Kekuatan gempa susulan berada pada rentang magnitudo 1,5 hingga 4,3.“Hingga pukul 8.05 WIB pagi tadi, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 62 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan rentang kekuatan magnitudo 1,5 hingga magnitudo 4,3,” kata Ardhasena dalam konferensi pers daring, Minggu (4/10).Ardhasena mengatakan BMKG masih terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan tersebut.“BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat,” tuturnya.Sementara itu, Pj Operasional Diseminasi Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami, Bayu Pranata, mengatakan BMKG masih membutuhkan data yang lebih memadai untuk memperkirakan pola peluruhan aktivitas gempa susulan.“Yang pada pukul 8.05 WIB, kami tetap memantau untuk gempa susulan yang diperkirakan selesai, kami akan menunggu hasil kajian dengan data yang cukup baik ya, mungkin sekitar dua hari kita akan sampaikan estimasi peluruhannya,” katanya.Warga melihat bangunan rumah yang rusak akibat gempa di Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4/2026). Foto: Mega Tokan/ANTARA FOTOIa kemudian membandingkan aktivitas gempa susulan di Sumba dengan gempa 7,7 magnitudo di NTT yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Menurutnya, kekuatan gempa susulan di Sumba relatif lebih kecil dibandingkan rangkaian gempa tersebut.“Namun untuk bila dibandingkan dengan gempa Flores tanggal 15 Agustus ya bulan lalu, itu susulan memang sampai saat ini masih ada ya yang untuk Flores. Kalau kita bandingkan magnitudonya lebih kecil ya dibanding yang gempa Flores, sehingga dari estimasi kami tidak akan sepanjang gempa susulan dari gempa Flores tersebut,” jelasnya.“Jadi kalau saat ini kita perkirakan yang Flores, yang Flores itu estimasi kurang lebih 1 sampai 2 bulan, untuk yang gempa ini mungkin kurang dari 1 bulan,” sambung dia.Bayu pun mengingatkan masyarakat agar tidak menempati bangunan yang telah mengalami kerusakan. Warga yang rumah atau bangunannya sudah terlihat rusak diminta untuk sementara mencari tempat yang lebih aman.“Dan namun perlu diperhatikan kepada masyarakat apabila rumah atau bangunan yang ditempati itu sudah terlihat rusak, mohon tidak ditempati. Jadi untuk sementara bisa bertempat tinggal di tempat evakuasi yang sudah disediakan oleh BPBD,” kata dia.