Polisi Bongkar Sindikat Penyebar SMS Phising di Rute MRT, 5 Orang Ditangkap

Wait 5 sec.

Konferensi pers pengungkapan kasus broadcast link phishing di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanPolda Metro Jaya membongkar sindikat penyebar SMS bermuatan link phising di rute MRT Bundaran HI-Blok M, Jakarta. Sebanyak 5 orang pelaku ditangkap dalam kasus ini.Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto, pengungkapan ini diawali adanya laporan dari masyarakat yang mengaku menerima SMS bermuatan link phising."SMS palsu tersebut mengatasnamakan beberapa perusahaan. Yang pertama adalah salah satu gerai coffee shop, yang kedua mengatasnamakan provider, serta yang ketiga adalah mengatasnamakan pihak perbankan," kata Grawas dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (2/10)."SMS itu terdapat link yang mengarahkan penggunanya ke sebuah website palsu yang menyerupai website asli," sambung dia.Konferensi pers pengungkapan kasus broadcast link phishing di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanGrawas menjelaskan, para pelaku menggunakan sebuah modul yang cara kerjanya menyerupai BTS alias fake BTS. Menggunakan modul itu, para pelaku menyebar SMS ke ribuan ponsel yang terhubung.SMS yang dikirim berisi informasi bahwa saldo poin atau bonus akan segera habis dan diminta mengakses tautan untuk menukarkannya menjadi voucher atau barang.Setelah tautan dibuka, korban diarahkan ke situs palsu yang dibuat menyerupai situs asli. Situs tersebut kemudian meminta korban memasukkan data kartu kredit."Karena dia bisa mensimulasikan seolah-olah dia BTS asli maka handphone si pengguna menganggap bahwa SMS yang diterima adalah SMS yang valid dan sah," ujar Grawas."SMS palsu atau fake SMS yang disebarkan atau di-blasting di sekitar rute MRT mulai dari Bundaran HI sampai dengan Blok M," ungkapnya.Polisi menyebut para pelaku memiliki target mengirim sedikitnya 20 ribu SMS per hari. Dari jumlah tersebut, pelaku berharap ada satu atau dua orang yang terpancing membuka tautan phishing.Peran Para TersangkaKonferensi pers pengungkapan kasus broadcast link phishing di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanLima tersangka yang sudah ditangkap dalam kasus ini berinisial GM, NL, AGW, JYI, dan AD. Mereka memiliki peran yang berbeda-beda.Mulanya, pada Jumat (31/7), polisi menangkap GM selaku pengemudi sekaligus operator fake BTS itu. Singkatnya, fake BTS itu diletakkan di dalam mobil, lalu GM berkeliling mengemudikan mobil membawa modul itu."Untuk mengoperasikannya cukup butuh satu orang, dan orang tersebut juga merangkap sebagai driver. Cuma ketika melaju, dia tidak bisa terlalu cepat. Jadi lajunya lambat, kisaran 30 sampai 40 km per jam. Dan mobil ini kemarin kami amati bolak-balik ketika jam rush hour," jelas Grawas.Menurut dia, alat tersebut terdiri dari beberapa bagian utama, yakni fake BTS, amplifier Uninterruptible Power Supply (UPS), dan aki sebagai sumber daya. Dalam kondisi daya penuh, jangkauan alat diperkirakan mencapai sekitar 1 hingga 1,5 kilometer.Polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut dan menangkap para tersangka lain. NL disebut berperan mencari mobil dan pengemudi, sedangkan AGW diduga menjadi pihak yang menggaji NL dan GM.Selain itu, polisi mengidentifikasi JYI sebagai teknisi yang memasang perangkat fake BTS ke mobil. Sementara AD diduga mengatur isi dan jumlah SMS yang akan dikirim.Dari hasil penyelidikan digital forensik, polisi menyebut alat tersebut telah digunakan sekitar tiga bulan sebelum para pelaku ditangkap. Polisi juga menyita uang sekitar Rp 50 juta dari rekening para tersangka yang disebut sebagai keuntungan dari kegiatan tersebut.Konferensi pers pengungkapan kasus broadcast link phishing di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanDalam perkara ini, polisi telah memeriksa tiga orang yang menerima SMS phishing. Namun, kerugian materiil belum dapat dipastikan karena para korban belum sampai menyelesaikan proses transaksi pada situs palsu tersebut.Polisi masih mendalami asal-usul alat fake BTS, kemungkinan adanya pelaku lain, serta pihak yang terlibat dalam pembuatan situs phishing.Grawas mengatakan masyarakat perlu berhati-hati terhadap SMS yang berisi tawaran hadiah, bonus, atau informasi lain yang meminta penerima mengeklik tautan."Kami mengharapkan para pengguna telepon seluler ini selalu think before click. Jadi selalu berpikir. Apakah ini seperti mendapat bonus atau mendapat undian ataupun berita lain yang too good to be true itu segera dikonfirmasi atau dicek dan recheck," kata Grawas."Jangan sampai nanti kita terbawa euforia untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar akhirnya kita terlena sehingga menjadi korban dari kejahatan siber," lanjutnya.