Imigrasi Denpasar menciduk WNA yang menjadi pelatih berkendara sepeda motor ilegal bagi sesama WNA di Serangan, Denpasar. Foto: Dok. Imigrasi DenpasarDua warga negara asing (WNA) membuka kursus mengemudikan sepeda motor ilegal bagi sesama WNA di kawasan Serangan, Denpasar, Bali. Aksi mereka terungkap saat petugas Imigrasi melakukan patroli.Kepala Kantor Imigrasi Denpasar, R. Haryo Sakti, menjelaskan dalam patroli itu petugas Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar menemukan aktivitas beberapa WNA yang sedang melakukan pelatihan berkendara sepeda motor pada Jumat (25/9)."Tim kemudian mendekati orang asing tersebut, namun 2 WNA terlebih dahulu melarikan diri keluar kawasan Serangan. Sedangkan 2 WNA lainnya yang tertinggal berhasil diamankan oleh tim," ujar Sakti, Minggu (4/10).Petugas lalu meminta keterangan dari 2 WNA tersebut. Dari keterangan mereka, WNA yang terlebih dulu melarikan diri adalah instruktur latihan berkendara sepeda motor."Kedua WNA tersebut tidak mengenal instruktur itu secara personal dan tidak mengetahui di mana tempat tinggalnya. Mereka hanya mengenal instruktur tersebut melalui sosial media, yaitu Instagram," ucapnya.Imigrasi Denpasar menciduk WNA yang menjadi pelatih berkendara sepeda motor ilegal bagi sesama WNA di Serangan, Denpasar. Foto: Dok. Imigrasi DenpasarPetugas kemudian melanjutkan pencarian terhadap 2 WNA yang kabur tersebut di sekitar Jalan Tukad Punggawa Serangan, namun hasilnya nihil.Sakti mengatakan bahwa pihaknya juga belum mengetahui sejak kapan pelatihan berkendara sepeda motor ilegal itu beroperasi."Iya saat patroli, belum diketahui kursus ilegal tersebut mulai dari kapan karena instrukturnya belum ketemu," kata dia.Sementara itu, Kasubsi Informasi Kantor Imigrasi Denpasar, Eki, mengatakan pihaknya masih memburu kedua WNA itu."Terkait 2 WNA yang kabur, masih dalam proses pengembangan dan pengejaran secara masif oleh tim inteldak Kanim Denpasar," kata Eki.