Matahari jadi sumber listrik yang menerangi rumah di Nagari Kataping, Sumbar. Ini dilakukan oleh Fitrah Hayati, Local Hero dari Pertamina Foto: Dok. PertaminaDi Nagari Kataping, Sumatera Barat (Sumbar), energi matahari tidak berhenti sebagai listrik yang menerangi rumah. Dari panel surya yang terpasang, energi terbarukan dimanfaatkan untuk menopang aktivitas warga sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat.Melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), kemandirian energi berjalan beriringan dengan upaya membangun desa wisata dan membuka ruang usaha bagi kelompok masyarakat yang selama ini berada di lapisan rentan. Upaya tersebut salah satunya digerakkan Fitrah Hayati, Local Hero dari Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga AFT Minangkabau.Melalui program pengembangan desa ekonomi kreatif, Fitrah mendampingi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang menaungi empat kelompok UMKM dengan total 30 anggota, mulai dari masyarakat berpenghasilan rendah, lansia, hingga perempuan.Energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan penyimpanan energi 20 kWh kemudian menjadi salah satu penopang pembangunan Rumah Bersama. Bangunan ini bukan sekadar fasilitas komunitas. Rumah Bersama menjadi pusat produksi, pengemasan, dan penjualan produk UMKM sekaligus ikon wisata Nagari Kataping.PLTS menopang operasional Rumah Bersama, tempat puluhan pelaku UMKM memproduksi, mengemas, dan memasarkan hasil usahanya. Bangunan itu bahkan memiliki fungsi ganda sebagai posko tanggap darurat ketika banjir atau pemadaman listrik terjadi, memperlihatkan bahwa investasi energi bersih juga dapat memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana.Matahari jadi sumber listrik yang menerangi rumah di Nagari Kataping, Sumbar. Ini dilakukan oleh Fitrah Hayati, Local Hero dari Pertamina Foto: Dok. Pertamina"Awalnya kami sangat sulit mengembangkan kegiatan kelompok karena kelompok masih kekurangan biaya untuk melaksanakan program. Melalui bantuan pertamina kami bisa meningkatkan kegiatan kelompok seperti memasarkan produk UMKM, produksi UMKM lebih hemat biaya dengan PLTS," tutur Fitrah saat berbincang bersama kumparan.Keberadaan PLTS tersebut memberi manfaat ketika kondisi tak menentu datang. Dengan begitu, energi bersih tidak hanya membantu menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan, tetapi juga memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi gangguan di wilayahnya.Cerita Nagari Kataping memperlihatkan bagaimana kemandirian energi dapat memiliki arti yang lebih luas di tingkat desa. Ketika listrik dari matahari bertemu dengan UMKM, pariwisata, dan pemberdayaan kelompok rentan, panel surya bukan lagi sekadar perangkat pembangkit listrik. Ia menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk menghadirkan energi yang sekaligus membuka peluang ekonomi dan memperkuat ketahanan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.Melalui Pokdarwis, Fitrah telah mengoperasikan PLTS berkapasitas 6,6 kWp + 20 kWh selama 3–6 bulan. Sebelum bergabung di kelompok tersebut pada tahun 2014, ia merupakan ibu rumah tangga. Ia aktif menginisiatif berbagai program yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.“Kegiatan saya sebelumnya adalah ibu rumah tangga biasa. Saya bergabung di pokdarwis sejak 2014. Namun saya aktif dalam kegiatan pokdarwis setelah masa covid berakhir. Kami pokdarwis berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nagari Katapiang,” tutur Fitrah.Fitrah mengungkapkan kelompok masyarakat menghadapi berbagai tantangan, salah satunya membutuhkan biaya untuk menghidupkan alat-alat untuk pemberdayaan UMKM. Pada umumnya, UMKM yang masih merintis belum memiliki dana untuk produksi produk.Hadirnya Pertamina di daerahnya memberikan sederet manfaat, di antaranya membangunkan pentas seni di tepi pantai, membina UMKM, membangun PLTS dan sekarang mendukung kegiatan pertanian organik terintegrasi dengan memanfaatkan limbah limbah organik.Matahari jadi sumber listrik yang menerangi rumah di Nagari Kataping, Sumbar. Ini dilakukan oleh Fitrah Hayati, Local Hero dari Pertamina Foto: Dok. Pertamina“Perubahan terjadi setelah Pertamina masuk dalam kegiatan pokdarwis. awalnya kami sangat sulit mengembangkan kegiatan kelompok karena kelompok masih kekurangan biaya untuk melaksanakan program. melalui bantuan pertamina kami bisa meningkatkan kegiatan kelompok seperti memasarkan produk UMKM, produksi UMKM lebih hemat biaya dengan PLTS,” jelas Fitrah.Aktivitas Pokdarwis yang bergeliat tersebut mendatangkan berkah bagi desa Nagari Kataping, salah satunya terlihat dari peningkatan kunjungan wisatawan ke desa serta meningkatnya kegiatan ekonomi UMKM masyarakat sekitar.Selain pemberdayaan UMKM, lanjut Fitrah, Pokdarwis juga mengawasi kegiatan masyarakat dengan mensosialisasikan wisata bebas pungutan liar (pungli) di Pantai Katapiang, yang memiliki garis pantai cukup panjang hingga 10 km. Sepanjang area tersebut dipakai masyarakat untuk aktivitas wisata."Untuk kunjungan biasanya ramai di hari libur setiap minggunya ada sekitar 200 orang," ungkap Fitrah.VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan program DEB menunjukkan bahwa energi bersih bisa menjadi penggerak nyata perekonomian masyarakat.“Melalui pemanfaatan PLTS untuk menopang operasional Rumah Bersama, puluhan pelaku UMKM kini dapat memproduksi, mengemas, dan memasarkan hasil usahanya secara berkelanjutan. Ini adalah bukti bahwa transisi energi bukan sekadar wacana, melainkan solusi konkret yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput,” ujarnya.Kehadiran para local hero kata Baron juga diharapkan dapat menjadi inspirasi lahirnya energi-energi pengerak baru di masyarakat.“Semangat Fitrah Hayati dan masyarakat Nagari Kataping semoga dapat menginspirasi lebih banyak local hero di berbagai daerah untuk berinovasi memanfaatkan potensi energi bersih di lingkungan masing-masing,” tutup Baron.