ilustrasi Microsoft Copilot. Foto: Mamun_Sheikh/ShutterstockMicrosoft dan sejumlah produsen laptop secara perlahan meninggalkan label branding Copilot+ PC yang dulu digadang-gadang sebagai standar baru laptop AI.Corporate Vice President (CVP) Surface di Microsoft, Brett Ostrum, mengonfirmasi hal ini kepada media Windows Central dalam event Snapdragon Summit 2026. Ia menegaskan laptop Surface terbaru memang tidak lagi disebut Copilot+ PC, meski tetap memenuhi seluruh standar yang sebelumnya ditetapkan untuk kategori tersebut.Menurutnya, Microsoft tetap mengusung konsep AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device) serta solusi hybrid, hanya saja tanpa label pemasaran tersebut.Berdasarkan pengamatan Windows Central, seluruh perangkat Surface yang diluncurkan Microsoft pada 2026 tidak lagi mencantumkan label Copilot+ PC pada nama produknya, berbeda dari Surface yang dirilis pada 2025 dan sebelumnya. Informasi soal kompatibilitas dengan Copilot+ kini hanya bisa ditemukan jika menelusuri lembar spesifikasi produk secara mendetail.Ini tidak disebut Copilot+ PC. Namun, perangkat ini memenuhi semua persyaratan standar kami sebelumnya untuk perangkat Copilot+. Kami masih menekankan narasi seputar AI di era edge computing dan kemampuan untuk menghadirkan solusi hybrid. - Brett Ostrum, CVP Surface di Microsoft -Copilot+ PC pertama kali diperkenalkan Microsoft bersama Qualcomm pada 2024 sebagai kategori baru perangkat Windows dengan standar perangkat keras khusus untuk mendukung fitur-fitur AI eksklusif yang tidak tersedia di PC biasa. Namun, peluncurannya sempat tersandung masalah besar. Fitur andalan Copilot+ PC bernama Recall mendapat kecaman dari para peneliti keamanan karena dinilai memiliki celah keamanan yang serius, sehingga Microsoft terpaksa menunda peluncuran fitur tersebut dan merilis kategori perangkat ini tanpa fitur AI andalannya.Masalah di awal peluncuran itu disebut turut mencoreng citra merek Copilot+ PC. Dalam dua tahun terakhir, semakin banyak produsen laptop yang menghapus label tersebut dari materi pemasaran maupun nama produk mereka. Bahkan Microsoft sendiri tampak mulai jarang menyebut label ini.Senada dengan itu, Senior Vice President SVP) Compute and Gaming Qualcomm, Kedar Kondap, menjelaskan bahwa tujuan awal label Copilot+ PC adalah mendefinisikan kategori perangkat dengan standar tertentu, seperti kemampuan Neural Processing Unit (NPU) minimal 45 TOPS (triliun operasi per detik). Ia menyebut pengalaman yang sama tetap ditawarkan kepada konsumen, hanya saja kini kemungkinan besar tanpa menggunakan istilah "Copilot+ PC" lagi.Laptop HP yang ditenagai platform Nvidia RTX Spark. Foto: Dok. HPWindows Central juga mencatat bahwa NVIDIA sama sekali tidak menggunakan label Copilot+ PC untuk platform barunya, RTX Spark, meskipun seluruh perangkat RTX Spark sebenarnya memenuhi standar spesifikasi Copilot+ PC. Langkah ini diduga merupakan keputusan yang disengaja.Windows Central menyimpulkan bahwa label Copilot+ PC tampaknya tidak cukup mendapat sambutan positif di pasar, sehingga baik Microsoft maupun para produsen perangkat kini diam-diam menjauh dari label tersebut.Meski begitu, standar spesifikasi teknis untuk pengalaman Copilot+ PC itu sendiri tetap ada dan masih diterapkan, hanya saja tanpa nama pemasaran yang menyertainya.Peluncuran Copilot+ PC yang kurang mulus, ditambah reputasi Microsoft Copilot yang belakangan juga dinilai kurang kuat di mata publik, disebut turut menjadi faktor di balik keputusan untuk perlahan meninggalkan label Copilot+ PC ini.