Pasar Modal Telah Himpun Dana Rp 169,5 T hingga September 2026

Wait 5 sec.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, di main hall BEI, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparanOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aktivitas penghimpunan dana atau fundraising di pasar modal mencapai Rp 169,5 triliun hingga akhir September 2026.Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan capaian ini berasal dari 148 emisi penawaran umum di pasar modal."Tercatat jumlah penawaran umum di pasar modal kita mencapai 148 emisi dengan nilai fundraising mencapai Rp 169,5 triliun," kata Hasan di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (2/10).Menurut Hasan, minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan juga masih terlihat dari pipeline fundraising yang tersedia di OJK dan BEI."Dan di dalam pipeline di tempat kami dan di tempat Pak Jeffrey di Bursa masih ada permintaan untuk fundraising sebesar Rp 27,61 triliun," ujarnya.Di sisi investor, Hasan mengatakan minat investasi, khususnya dari investor ritel domestik, tetap terjaga sepanjang tahun ini. Jumlah investor pasar modal yang sebelumnya mencapai lebih dari 20 juta pada akhir 2025 kini telah meningkat jadi 32,17 juta single investor identification (SID)."Setelah angka 20 juta dicapai di akhir tahun lalu, per hari ini angka investor kita sudah jauh meningkat di angka 32,17 juta SID atau investor di pasar modal," lanjut dia.Hasan menyebut jumlah investor bertambah lebih dari 12 juta dalam setahun. Secara persentase, jumlah investor pasar modal telah meningkat 57,96 persen.Di sektor keuangan derivatif, ada 113 pihak yang telah memperoleh persetujuan prinsip dari OJK. Sementara itu, volume transaksi sepanjang tahun ini tercatat mencapai 379.443 lot.Untuk bursa karbon, sebanyak 160 pengguna jasa telah terdaftar. Volume transaksinya mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp 93,97 miliar.