Ilustrasi bendera Amerika Serikat. Foto: michaelpictures/ShutterstockScope Ratings memperingatkan defisit anggaran Amerika Serikat (AS) yang besar dan utang yang terus meningkat membuat kondisi fiskal negara tersebut semakin rentan terhadap perubahan sentimen investor. Scope memperkirakan rasio utang AS terhadap PDB bisa mencapai 160% dalam 10 tahun jika tidak ada pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat atau penyesuaian fiskal yang signifikan.Mengutip Bloomberg, Minggu (4/10), dalam pernyataan pada Jumat, perusahaan pemeringkat tersebut mempertahankan peringkat AS di level AA-, tiga tingkat di bawah peringkat maksimum, dengan prospek stabil. Namun, Scope memperingatkan bahwa kebijakan AS yang terus menambah utang tidak dapat berlangsung selamanya.“Tanpa pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih kuat atau penyesuaian fiskal yang substansial melalui peningkatan pendapatan maupun pengurangan belanja, Scope memperkirakan dinamika utang akan tetap tidak menguntungkan,” kata perusahaan tersebut.“Tren ini menunjukkan jalur fiskal jangka menengah yang tidak berkelanjutan dan membuat pemerintah semakin rentan terhadap perubahan sentimen pasar," imbuhnya.Scope memperkirakan rasio utang terhadap output ekonomi akan meningkat menjadi 160 persen dalam satu dekade. Perusahaan juga menyoroti biaya pembayaran bunga bersih yang akan mencapai tingkat sangat tinggi pada 2031.Scope turut menyoroti risiko terkait kebuntuan Kongres AS yang akan datang mengenai batas plafon utang.Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump menghadiri santap malam bersama para gubernur negara bagian di East Room, Gedung Putih, Washington, D.C., Sabtu (21/2/2026). Foto: Mandel Ngan/AFPAS kini tidak lagi memiliki peringkat kredit tertinggi dari lembaga pemeringkat utama setelah Moody’s Ratings memangkas peringkat negara tersebut tahun lalu. Namun, pandangan Scope terhadap kondisi fiskal AS selama ini dinilai sangat pesimistis.Kesiapan Scope untuk menurunkan peringkat AS berbeda dengan pendekatan yang lebih konservatif dari lembaga pemeringkat lainnya. Kepala analis sovereign Fitch Ratings, misalnya, mengatakan pada Januari bahwa penurunan peringkat AS lagi dalam waktu dekat setelah Fitch memangkas peringkat negara tersebut pada 2023 akan menjadi hal yang sangat tidak biasa.Scope terakhir kali menurunkan peringkat AS saat kebuntuan mengenai plafon utang pada 2025. Saat ini, Scope memberikan peringkat AS dua tingkat lebih rendah dibandingkan Moody’s, Fitch, dan S&P Global Ratings.Scope merupakan salah satu dari hanya lima perusahaan yang digunakan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menilai aset yang dapat dijadikan agunan. Scope juga menjadi satu-satunya perusahaan dalam daftar tersebut yang berbasis di Eropa.