Peserta mendapatkan merchandise usai menukar sampah anorganik, organik dan residu ke di stan Kudus Asik yang disediakan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) di kawasan Taman Ria Colo, Desa Colo, Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanAbdul Basir (33), warga Kota Tegal, Jawa Tengah, punya cara tersendiri untuk menjaga lingkungan saat mengikuti ajang Ultra Trail Mount Moeria (UTMM) 2026 di Pegunungan Muria, Kudus, Minggu (4/10). Sambil berlari, ia memunguti sampah plastik dan botol air mineral yang ditemuinya di sepanjang lintasan.Aksinya itu membuat Basir tiba di garis finis dengan membawa dua kantong plastik berisi sampah yang dikaitkan ke tas larinya. Sampah tersebut kemudian ditukarkan dengan sejumlah merchandise di stan Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation.Basir mengikuti kategori lari 15 kilometer. Ia mulai berlari pada pukul 06.00 WIB dan mencapai garis finis setelah menempuh waktu sekitar 4,5 jam.Sepanjang perlombaan, ia mengumpulkan sampah sejak kilometer ketujuh hingga garis finis. Namun, dua kantong plastik yang dibawanya tak mampu menampung seluruh sampah yang berserakan di lintasan."Paling banyak sampah botol air mineral. Selain itu sampah plastik bungkus snack. Barusan saya tukar dapat tumbler dan lain-lainnya dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation," kata Basir, Minggu (4/10).Basir mengaku memunguti sampah karena ingin menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai seorang pendaki, ia merasa turut bertanggung jawab menjaga alam yang menjadi tempatnya beraktivitas."Alasan saya mengambil sampah-sampah tersebut karena ingin menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi saya juga seorang pendaki. Jadi harus bisa menjaga diri dan menjaga lingkungan," terangnya.Peserta menukar sampah ke stan Kudus Asik yang disediakan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) di kawasan Taman Ria Colo, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanBasir mengaku senang bisa mengikuti UTMM untuk pertama kalinya. Selain menjajal tantangan lari lintas alam, ia juga tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena digelar di kawasan wisata religi Makam Sunan Muria."Saya tertarik ikut untuk pertama kalinya karena sekalian bisa ke tempat ziarah wali. Saya juga muslim, jadi ya sekalian tertarik untuk mengikuti acara ini," imbuhnya.Ia juga mengapresiasi keberadaan stan Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang menerima penukaran sampah dengan berbagai barang, seperti tumbler, totebag, kotak makan, dan stiker."Pastinya seru dan ke depannya semoga terus mengedukasi," ucapnya.Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra, mengapresiasi kepedulian para pelari terhadap lingkungan dalam ajang UTMM 2026. Menurutnya, aksi memungut sampah dapat menjadi sarana untuk menyebarkan pesan pelestarian lingkungan sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat."Artinya mereka tidak hanya berlari. Melainkan juga ikut menyampaikan pesan kepedulian terhadap lingkungan. Jadi harapannya memang behavior change," kata Dandy.Peserta menukar sampah ke stan Kudus Asik yang disediakan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) di kawasan Taman Ria Colo, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanIa berharap kebiasaan memungut dan membuang sampah pada tempatnya dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika mengikuti kegiatan tertentu. Masyarakat juga diharapkan terbiasa memilah sampah berdasarkan jenisnya."Karena perilaku tersebut penting. Bukan hanya di acara seremonial seperti ini. Tetapi juga diterapkan sehari-hari," ucapnya.Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kudus, Endhah Endhayani, turut mengapresiasi aksi Basir. Menurutnya, tindakan tersebut menjadi bentuk edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan."Tentunya hal bagus ya, artinya masyarakat tahu kalau tidak boleh membuang sampah sembarangan. Artinya mereka ikut bertanggung jawab untuk menempatkan sampah pada tempatnya," imbuhnya.Selain mengajak peserta menjaga kebersihan lintasan, UTMM 2026 juga membawa misi pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon di lereng Pegunungan Muria.Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kudus Endhah Endhayani bersama Deputy Program Director BLDF Fransisca Berty Andriani menerima bibit tanaman di kawasan Taman Ria Colo, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanBakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama Pemerintah Kabupaten Kudus menanam 11.603 bibit pohon dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (4/10).Ajang UTMM yang digelar sejak 2019 itu diikuti 570 peserta dari berbagai daerah. Tahun ini, perlombaan menghadirkan empat kategori jarak, yakni 7 kilometer, 15 kilometer, 30 kilometer, dan 50 kilometer.BLDF juga menyediakan stan Kudus Asik serta tempat sampah untuk kategori organik, anorganik, dan residu. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mengedukasi peserta dan masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah.