Di Booth Kudus Asik BLDF, Tukar Sampah Jadi Merchandise

Wait 5 sec.

Booth atau stan Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation di kawasan Taman Ria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanBooth Kudus Asik hadir di tengah-tengah acara Ultra Trail Mount Moeria (UTMM) 2026 di Taman Ria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (4/10). Booth atau stan Kudus Asik ini menerima penukaran sampah menjadi merchandise.Booth Kudus Asik di Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) ini ukurannya hanya 3x3 meter. Namun, booth tersebut memiliki peran penting untuk para peserta lari maupun masyarakat yang datang ke acara UTMM 2026.Sederet slogan ajakan memilah sampah tertera pada setiap sudut booth Kudus Asik ini. Ada ketentuan yang harus dipenuhi para peserta lari UTMM maupun masyarakat yang hendak menukarkan sampahnya dengan merchandise dari booth Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation.Peserta yang ingin mendapatkan tumbler, dapat menukar dua sampah organik dan dua sampah anorganik. Sementara bagi yang ingin mendapatkan totebag, peserta cukup menukar empat sampah organikApabila peserta ingin mendapatkan merchandise berupa lunch box, peserta dapat menukar dengan satu sampah organik dan satu sampah anorganik. Selain itu, masyarakat yang mau mendapatkan merchandise stiker, cukup hanya mem-follow akun media Instagram Kudus Asik.Peserta yang datang ke booth Kudus Asik juga diminta membuang sampahnya ke tong sampah yang sudah disediakan. Ada tiga tong sampah, masing-masing untuk sampah anorganik, organik, dan residu.Muna Assibith (33), warga Kudus, Jawa Tengah, datang dengan membawa dua sampah organik dan dua sampah botol atau anorganik. Ia merasa risih apabila ada sampah berceceran."Saya sangat tertarik dengan recycle sampah. Program Bakti Lingkungan Djarum Foundation ini kan mengajak untuk sadar diri terhadap lingkungan. Tadi saya melihat di sana banyak sampah-sampah berserakan. Lalu saya ambil. Ternyata sampai sini kok bisa ditukar, ya sudah dapet tumbler ini," katanya, Minggu (4/10).Peserta memasukkan sampah anorganik, organik dan residu ke masing-masing tong sampah yang sudah disediakan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) di kawasan Taman Ria Colo, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanIa mengajak masyarakat untuk setidaknya sadar dengan peduli terhadap lingkungan. Sehingga lingkungan bisa terbebas dari sampah."Sebagai masyarakat tentu memiliki peran penting untuk ikut mengurangi sampah karena langkah kecil itu bisa memberikan dampak. Kalau pun belum bisa memilah, setidaknya bisa membuang sampah pada tempatnya," ujarnya.Ia mengapresiasi keberadaan booth Kudus Asik. Menurutnya, Bakti Lingkungan Djarum Foundation sudah menyadarkan masyarakat untuk membangun perilaku yang baik. Ia berharap upaya yang dilakukan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation bisa berkelanjutan."Semoga ke depannya Bakti Lingkungan Djarum Foundation terus mengedukasi masyarakat soal kepedulian terhadap lingkungan," imbuhnya.Sementara itu, Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra, mengatakan keberadaan Booth Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation untuk mewadahi masyarakat yang hendak membuang sampah. Konsepnya dibuat menarik dengan menukar sampah menjadi merchandise."Setiap ada kegiatan, itu kan ada hal yang tidak bisa dihindari seperti sampah. Keberadaan booth ini bermaksud untuk mengedukasi masyarakat Kudus dan juga peserta Ultra Trail Mount Moeria (UTMM). Mereka boleh berkegiatan, tetapi jangan melupakan sampah yang dihasilkan sendiri," kata dia.Keberadaan tiga tong sampah berisi sampah organik, anorganik dan residu menurut Dandy juga sebagai ajakan kepada masyarakat agar mulai memilah sampah. Ia merasa pemilahan sampah begitu penting."Supaya sampahnya tidak tercampur. Sampah anorganik itu bisa didaur ulang lebih lanjut dan organiknya itu juga bisa diolah menjadi pupuk yang kami olah di pusat pengolahan organik kami yang nanti ada di Oasis," terangnya.Peserta mendapatkan merchandise usai menukar sampah anorganik, organik dan residu ke di stan Kudus Asik yang disediakan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) di kawasan Taman Ria Colo, Desa Colo, Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanDandy mendukung segala kegiatan positif di Kabupaten Kudus. Namun, ia juga mengajak untuk tidak melupakan unsur kepedulian terhadap lingkungan."Supaya sampah-sampah yang ada di setiap kegiatan bisa tertangani dengan baik. Jadi mari mulai memilah sampah," imbuhnya.Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah berkolaborasi melakukan penanaman bibit pohon. Sebanyak 11.603 bibit pohon ditanam bersamaan dengan kegiatan Ultra Trail Mount Moeria (UTMM).Acara UTMM beserta kegiatan penanaman pohon digelar di kawasan lereng Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Minggu (4/10). Ajang lari lintas alam ini menghadirkan empat kategori, yakni 7K, 15K, 30K, dan 50K.