Leonardo DiCaprio Soroti Nasib Orangutan Imbas Karhutla di Kalimantan-Sumatera

Wait 5 sec.

Leonardo DiCaprio Foto: REUTERS / Mario AnzuoniAktor sekaligus aktivis lingkungan Leonardo DiCaprio menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera. Dia menyebut lebih dari 800 ribu hektare hutan telah terbakar.Hal itu disampaikan DiCaprio melalui sebuah video dalam unggahan di akun Instagram-nya. Video itu membahas dampak kebakaran terhadap hutan dan satwa, khususnya orangutan.“Mendesak: Kalimantan sedang terbakar, dengan lebih dari separuh orangutan Kalimantan di dunia berada dalam bahaya,” tulis DiCaprio dalam unggahannya, dikutip Minggu (4/10).“Lebih dari 2 juta acre (800 ribu hektare) hutan telah terbakar di seluruh Pulau Kalimantan dan Sumatera. Luasan tersebut lebih dari 10 kali ukuran New York City,” lanjutnya.Dia mengatakan kebakaran tersebut saat ini ditangani oleh berbagai pihak, mulai dari petugas pemadam kebakaran, penyelamat satwa liar, organisasi nonpemerintah (NGO), hingga pemerintah Indonesia.Dalam video tersebut, DiCaprio juga menampilkan seekor orangutan yang dievakuasi dari kawasan terdampak kebakaran. Ia menyoroti orangutan itu melarikan diri dari hutan yang membakar habitatnya.“Orangutan Kalimantan terlihat melarikan diri dari hutan yang terbakar ketika habitat mereka menghilang,” tuturnya.“Orangutan ini diselamatkan oleh BKSDA di Kalimantan Tengah, didukung oleh BOS Foundation, dan kini berada dalam perawatan dokter hewan,” sambung dia.Induk orangutan dipeluk anaknya saat mendapat bantuan oksigen saat dievakuasi dari area perkebunan kelapa sawit di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (18/9/2026). Foto: YIARI/HO via ANTARADiCaprio kemudian menjelaskan sejumlah faktor yang membuat kebakaran mengancam hutan di Kalimantan. Dia menyebut perubahan iklim membuat hutan Kalimantan semakin kering dan panas sehingga lebih rentan terbakar.“Perubahan iklim membuat hutan Kalimantan menjadi lebih kering, lebih panas, dan lebih rentan terhadap kebakaran, yang sering kali dimulai oleh manusia untuk membuka hutan bagi pertanian,” jelas DiCaprio.“Ketika lahan gambut yang kaya karbon seperti ini terbakar, lahan tersebut juga melepaskan sejumlah besar karbon yang tersimpan, yang semakin memperburuk krisis iklim dan keanekaragaman hayati,” sambung dia.Menurutnya, dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh hutan dan satwa, tetapi juga manusia. Dia menyebut lebih dari 5 juta orang di Indonesia telah terpapar asap karhutla.Selain soal orangutan, DiCaprio menyoroti karhutla juga mengancam Bornean White-bearded Gibbons atau owa berjanggut putih Kalimantan.“Owa berjanggut putih Kalimantan, yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di pepohonan, memiliki sedikit pilihan untuk melarikan diri ketika kebakaran menghanguskan hutan di sekitarnya,” kata dia.