Pebalap tim Red Bull asal Belanda Max Verstappen saat balapan F1 Grand Prix Barcelona di Circuit de Catalunya, Montmelo, Barcelona, Minggu (1/6/2025). Foto: PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFPMax Verstappen mengamankan kemenangan perdananya musim ini setelah menaklukkan balapan penuh kekacauan di Sirkuit Internasional Sepang Malaysia akhir pekan ini. Pembalap tim Red Bull tersebut berhasil melewati berbagai rintangan cuaca buruk dan masalah teknis yang melumpuhkan banyak pesaingnya.Kimi Antonelli mengamankan posisi kedua untuk memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia. Sementara itu, Lewis Hamilton melengkapi podium setelah melakukan aksi kebangkitan yang luar biasa dari posisi start kedelapan belas.Kegagalan Sistem Hybrid dan Penundaan Panjang di SepangCuaca buruk memaksa pihak penyelenggara menunda start balapan hingga satu jam tiga puluh tiga menit setelah hujan deras mengguyur lintasan. Situasi semakin memalukan ketika mobil-mobil generasi baru mengalami kegagalan sistem perangkat lunak yang terhubung langsung dengan pembagian daya mesin pembakaran dan baterai. Masalah teknis ini membuat sejumlah pembalap termasuk Verstappen dan Hamilton tidak dapat menjalankan jet darat mereka di lintasan basah.Mantan pembalap Formula 1, Anthony Davidson, menjelaskan bahwa sistem daya hibrida baru ini sangat sensitif saat pembalap melepaskan injakan pedal terlalu lama. “Saat baterai habis, Anda hanya mengandalkan tenaga mesin pembakaran internal dan mesin tidak dapat berakselerasi kembali karena regulasi ini,” jelas Davidson mengenai rumitnya kendala teknis tersebut. Kejadian ini memicu kritik keras dari berbagai pihak terkait keandalan regulasi mesin hibrida musim ini.Strategi Ban dan Kegagalan Mesin George RussellSetelah penundaan yang lama, lintasan akhirnya mulai mengering sebelum tanda start kembali dinyalakan oleh pengawas balapan. Tim Red Bull dan Mercedes memilih untuk menggunakan ban intermediate, sedangkan Ferrari dan McLaren berspekulasi dengan memakai ban kering atau slicks. Keputusan Ferrari dan McLaren terbukti keliru karena para pembalap mereka langsung kesulitan mengendalikan mobil dan kehilangan banyak waktu berharga di awal laga.George Russell sempat tampil menjanjikan dengan merangsek naik dari posisi ketujuh hingga sempat memimpin balapan pasca start ulang dilakukan. Namun nasib buruk menimpa pembalap asal Inggris tersebut ketika unit daya mobilnya mengalami kerusakan parah saat balapan menyisakan lima putaran lagi. Kegagalan finis ini membuat ambisi Russell untuk merebut gelar juara dunia musim ini hampir dipastikan tertutup rapat.Kebangkitan Fantastis Lewis Hamilton dan Kritik Para PembalapLewis Hamilton menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pembalap terbaik dalam kondisi lintasan basah melalui aksi menyalip yang mengagumkan sepanjang sore itu. Pembalap legendaris tersebut berhasil merangkak naik dari barisan belakang hingga akhirnya merebut podium pertamanya sejak balapan di Inggris pada Juli lalu. Keberhasilan ini menjadi pelipur lara bagi Ferrari setelah kesalahan strategi ban di awal balapan sempat menghancurkan peluang mereka.Di sisi lain, jalannya balapan yang penuh kekacauan teknis ini memicu reaksi keras dari pembalap senior seperti Fernando Alonso. Juara dunia dua kali tersebut menyuarakan kekecewaannya secara terbuka atas keputusan penyelenggara yang terlalu lama menghentikan balapan di awal sesi. “Mengapa mereka mengeluarkan bendera merah, padahal ini adalah sebuah balapan,” tegas Alonso yang mempertanyakan keputusan penundaan tersebut secara langsung.