Jeffrey Ngai Turunkan Berat Badan 8 Kilogram demi Peran di Road to Vendetta

Wait 5 sec.

Jeffrey Ngai usai pemutaran Road To Vendetta di Balinale 2026, kawasan Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanAktor Hong Kong, Jeffrey Ngai, membagikan tantangan fisik yang harus dijalaninya untuk memerankan seorang pembunuh bayaran bernama No. 4 dalam film aksi-thriller Hong Kong, Road to Vendetta. Aktor tersebut mengungkapkan bahwa ia menjalani pelatihan intensif selama enam hingga delapan bulan sebelum proses syuting dimulai.“Basic training, action training, fighting training. Saya berlatih sekitar enam sampai delapan bulan,” kata Jeffrey dalam sesi tanya jawab di Bali International Film Festival (Balinale) 2026, kawasan Sanur, Bali.Tak hanya berlatih koreografi laga, Jeffrey Ngai juga harus menjalani program kebugaran dan diet ketat. Ia mengaku menurunkan berat badannya sebanyak 8 kilogram, dari 74 kilogram menjadi 66 kilogram demi menyesuaikan karakter yang diperankannya.“Saya sengaja turun dari 74 kilogram menjadi 66 kilogram. Saya ingin karakter ini terlihat kurus dan biasa saja,” tuturnya.Jeffrey Ngai usai pemutaran Road To Vendetta di Balinale 2026, kawasan Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanMenurut Jeffrey, ia sengaja mengubah penampilannya agar tidak terlihat seperti sosok pembunuh bayaran pada umumnya. Ia ingin menghadirkan karakter yang tampak biasa sehingga mampu memberikan kejutan ketika memasuki adegan aksi.“Saya merasa pembunuh bayaran terbaik justru terlihat seperti orang biasa. Kalau dari awal sudah terlihat seperti pembunuh, tidak ada unsur kejutan,” ucapnya.Selain transformasi fisik, Jeffrey menyebut salah satu adegan paling menantang dalam film tersebut adalah sekuens pertarungan one-take menjelang akhir cerita. Adegan yang menggunakan teknik slow motion itu menuntut koordinasi presisi antara dirinya, para stuntman, pencahayaan, hingga pergerakan kamera.“Kalau ada satu gerakan yang salah, adegannya tidak bisa digunakan. Kami menghabiskan sekitar lima sampai enam jam hanya untuk satu adegan itu,” ungkapnya.Meski melelahkan, Jeffrey mengaku menikmati seluruh proses persiapan tersebut. Baginya, tantangan terbesar justru menjaga kondisi fisik selama masa latihan.“Saya harus lari satu jam setiap pagi, lalu setelah seharian bekerja masih harus latihan di gym selama dua jam. Ditambah diet yang ketat. Itu bagian tersulit,” ucapnya.Jeffrey Ngai usai pemutaran Road To Vendetta di Balinale 2026, kawasan Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanRoad to Vendetta merupakan film aksi-thriller yang diproduksi Hong Kong dan Jepang. Jeffrey menjelaskan sekitar 20 persen proses syuting dilakukan di Hong Kong, sementara 80 persen lainnya berlangsung di Jepang. Film ini mengisahkan dunia pembunuh bayaran dengan latar unik berupa kedai ramen yang diam-diam menjadi markas organisasi pembunuh.Film tersebut diputar dalam program Hong Kong Gala Presentation di Balinale 2026 dan bekerja sama dengan Asian Film Academy Awards (AFAA). Dalam sesi tersebut, Jeffrey Ngai pun turut dihadirkan dan bertemu langsung dengan penonton festival.