4 Astronaut Misi Artemis III Siap Uji Docking Orion di Orbit Bumi 2027

Wait 5 sec.

(kiri ke kanan) Komandan astronaut NASA Randy Bresnik, pilot astronaut ESA (Badan Antariksa Eropa) Luca Parmitano, spesialis misi astronaut Frank Rubio dan Andre Douglas selama konpers kru Artemis III di Houston, Texas, AS, Selasa (9/6/2026). Foto: Ronaldo Schemidt / AFPNASA resmi mengungkap nama para astronaut yang akan menjadi kru misi Artemis III, yakni Randy Bresnik (Commander), Frank Rubio (Mission Specialist), Andre Douglas (Mission Specialist) dan yang terakhir dari European Space Agency (ESA), Luca Parmitano (Pilot). Mereka akan menjalani misi pertemuan (rendezvous) dan penyambungan (docking) kapsul Orion dengan sistem pendarat manusia komersial.Keempat astronaut Artemis III diumumkan pada Selasa (9/6) malam WIB. Saat ini, NASA menargetkan peluncuran Artemis III pada pertengahan hingga akhir 2027. Jadwal tersebut membuat faktor rotasi kru di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), kesiapan pelatihan, serta keahlian teknis menjadi penentu utama.Pada Artemis II, NASA menerbangkan empat astronaut terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronaut dari Badan Antariksa Kanada (CSA), dan Jeremy Hansen, dalam misi 10 hari menggunakan kapsul Orion.Pesawat itu melakukan lintasan berbentuk angka delapan mengitari sisi jauh Bulan sebelum kembali ke Bumi.Misi tersebut menjadi uji terbang pertama Orion yang membawa manusia.Namun Artemis III memiliki tujuan berbeda. Alih-alih menuju Bulan, misi ini akan mengirim Orion ke orbit rendah Bumi (LEO) untuk menguji prosedur pertemuan dan penyambungan dengan satu atau dua kendaraan pendarat Bulan swasta yang dikembangkan SpaceX dan Blue Origin.Kru juga akan mencoba generasi baru baju antariksa EVA yang disiapkan untuk misi permukaan Bulan. Inilah yang mungkin menjadi faktor NASA memilih astronaut dengan pengalaman menerbangkan kendaraan baru, melakukan operasi teknis kompleks, dan memiliki pengalaman berjalan di luar wahana antariksa (spacewalk).Untuk program pendaratan manusia di Bulan, NASA telah menggandeng SpaceX dan Blue Origin. Kedua perusahaan tersebut sedang mengembangkan sistem Human Landing System (HLS), masing-masing melalui wahana Starship dan Blue Moon.(kiri ke kanan) Komandan astronaut NASA Randy Bresnik, pilot astronaut ESA (Badan Antariksa Eropa) Luca Parmitano, spesialis misi astronaut Frank Rubio dan Andre Douglas selama konpers kru Artemis III di Houston, Texas, AS, Selasa (9/6/2026). Foto: Ronaldo Schemidt / AFPNamun hingga kini NASA belum menentukan siapa yang akan mendapat kesempatan melakukan pendaratan berawak pertama dalam program Artemis yang dijadwalkan pada Artemis IV di akhir 2028.Keputusan tersebut kemungkinan besar akan dipengaruhi hasil misi Artemis III. Masalahnya, kedua proyek masih menghadapi tantangan pengembangan.Bahkan baru-baru ini, salah satu roket New Glenn milik Blue Origin mengalami ledakan saat uji mesin di landasan. Karena itu, NASA membuka kemungkinan menjalankan Artemis III dengan salah satu atau bahkan kedua sistem jika salah satunya belum siap.Sementara secara historis, NASA jarang menugaskan astronaut dalam dua misi besar secara beruntun. Kru Artemis II seperti Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen tidak lagi masuk dalam misi selanjutnya.Adapun Bresnik, Rubio, dan Douglas berasal dari NASA, sementara Parmitano dari ESA. Kehadiran Parmitano sebagai kru Artemis III menandakan untuk pertama kalinya astronaut ESA mendapat kursi dalam misi Artemis.Spesialis misi astronaut NASA Andre Douglas selama konpers kru Artemis III di Houston, Texas, AS, Selasa (9/6/2026). Foto: Ronaldo Schemidt / AFPYang menarik perhatian lagi kehadiran Douglas di misi Artemis III. Douglas adalah astronaut angkatan 2021 yang pernah menjadi anggota kru cadangan Artemis II. Artinya, ia menjalani pelatihan bersama kru utama hingga mendekati hari peluncuran. Meski belum pernah terbang ke luar angkasa, pengalaman intensif bersama sistem Orion membuat Douglas dianggap layak menjadi kru Artemis III.Sebelumnya, Kanada memperoleh kursi di Artemis II sebagai bagian dari kontribusi terhadap proyek stasiun Bulan Gateway. Namun karena proyek Gateway kini dibatalkan, belum jelas bagaimana komitmen tersebut akan dilanjutkanArtemis III akan menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion untuk membawa kru menuju orbit rendah Bumi. Selama berada di orbit, para astronaut akan melakukan docking atau menguji kemampuan Orion untuk melakukan pertemuan dan penyambungan dengan sistem pendarat manusia komersial yang dikembangkan Blue Origin dan SpaceX.NASA menjelaskan bahwa pengujian tersebut menjadi langkah penting sebelum misi pendaratan manusia di Bulan yang kini ditargetkan berlangsung melalui Artemis IV pada 2028.Dalam skenario yang direncanakan, Orion akan lebih dulu bertemu dengan wahana pendarat Blue Moon milik Blue Origin selama sekitar dua hari. Setelah itu, wahana Starship versi pathfinder milik SpaceX akan bergabung untuk melakukan pengujian tambahan selama sekitar satu hari.Secara keseluruhan, misi Artemis III diperkirakan berlangsung sekitar dua pekan, tergantung kondisi peluncuran dan operasi di orbit. Misi ini menjadi salah satu operasi antariksa paling kompleks yang pernah dirancang NASA karena melibatkan beberapa wahana berbeda yang harus bekerja secara terpadu.