Sejumlah demonstran bentrok dengan polisi saat melakukan aksi penolakan terhadap pembangunan pusat karantina Ebola di Nanyuki, Kenya, Selasa (9/6/2026). Foto: Luis Tato/AFPWarga menilai fasilitas tersebut berisiko karena akan digunakan untuk menampung warga Amerika Serikat yang terpapar Ebola dari Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Foto: Luis Tato/AFPAksi yang diikuti ratusan orang itu berakhir ricuh setelah polisi membubarkan massa dengan gas air mata. Foto: Luis Tato/AFPBerdasarkan laporan Reuters, satu orang demonstran dilaporkan tewas akibat luka tembak di kepala, sementara sejumlah lainnya ditangkap oleh aparat. Foto: Luis Tato/AFPBanyak warga mengaku khawatir keberadaan pusat karantina tersebut dapat membahayakan kesehatan masyarakat dan berdampak pada sektor pariwisata di kawasan Nanyuki yang berada di kaki Gunung Kenya. Foto: Luis Tato/AFPPenolakan terhadap proyek itu terus berlangsung meski pemerintah Kenya menyatakan pembangunan fasilitas tersebut dilakukan untuk membantu penanganan wabah Ebola. Foto: Luis Tato/AFPSejumlah demonstran bentrok dengan polisi saat melakukan aksi penolakan terhadap pembangunan pusat karantina Ebola di Nanyuki, Kenya, Selasa (9/6/2026). Warga menilai fasilitas tersebut berisiko karena akan digunakan untuk menampung warga Amerika Serikat yang terpapar Ebola dari Republik Demokratik Kongo dan Uganda.Aksi yang diikuti ratusan orang itu berakhir ricuh setelah polisi membubarkan massa dengan gas air mata. Berdasarkan laporan Reuters, satu orang demonstran dilaporkan tewas akibat luka tembak di kepala, sementara sejumlah lainnya ditangkap oleh aparat.Banyak warga mengaku khawatir keberadaan pusat karantina tersebut dapat membahayakan kesehatan masyarakat dan berdampak pada sektor pariwisata di kawasan Nanyuki yang berada di kaki Gunung Kenya. Penolakan terhadap proyek itu terus berlangsung meski pemerintah Kenya menyatakan pembangunan fasilitas tersebut dilakukan untuk membantu penanganan wabah Ebola.Sejumlah demonstran bentrok dengan polisi saat melakukan aksi penolakan terhadap pembangunan pusat karantina Ebola di Nanyuki, Kenya, Selasa (9/6/2026). Foto: Luis Tato/AFP