Motor listrik Maka Cavalry. Foto: Sena Pratama/kumparanBadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan tahapan pengujian industri, untuk standar colokan fast charging motor listrik yang tengah dikembangkan. Sejumlah produsen kendaraan listrik roda dua bakal dilibatkan untuk menguji langsung implementasi standar tersebut, sebelum masuk ke tahap pembahasan lebih lanjut bersama regulator.Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rakhman Priandana mengatakan saat ini rancangan standar tersebut telah diajukan ke Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam bentuk Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI).Meski demikian, prosesnya belum dapat berlanjut karena BRIN masih diminta menyerahkan hasil pengujian produk sampel plug dan socket yang menjadi bagian dari standar tersebut.Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eka Rahman Priandana. Foto: Fitra Andrianto/kumparan"Saat ini kami sudah mengusulkan RSNI ya, rancangan SNI. Sekarang tertahan di Komite 2908 BSN. Mereka minta kita menyerahkan hasil uji produk sampel plug & socket," kata Eka saat ditemui kumparan di kantor BRIN, Tangerang.Menurut dia, sampel komponen tersebut dijadwalkan tiba dalam waktu dekat sebelum menjalani serangkaian pengujian yang mengacu pada standar internasional IEC 62196.Setelah pengujian laboratorium dilakukan, BRIN berencana membawa standar tersebut ke tahap berikutnya dengan melibatkan sejumlah produsen motor listrik nasional."Nah, untuk proses itu, kami rencananya mau gandeng empat perusahaan motor yang besar. Di antaranya ALVA, Maka, Polytron, sama Savart, untuk pakai duluan ini, dites," ujarnya.Touring motor listrik Polytron Fox 350 Jakarta-Way Kambas. Foto: dok. PolytronMelalui pengujian tersebut, BRIN ingin melihat respons industri terhadap desain colokan yang diusulkan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin muncul saat implementasi di kendaraan produksi massal.Eka mengatakan masukan dari para produsen nantinya akan menjadi bahan evaluasi sebelum standar tersebut kembali dibahas bersama BSN."Nanti kita lihat perkembangannya, apakah mereka suka dengan hasilnya. Kemudian problemnya apa saja, kita kaji, kita review. Mungkin bisa jadi ada perubahan desain sedikit. Baru nanti kita ajukan lagi ke BSN pada perbaikan," katanya.Motor listrik Maka Cavalry. Foto: Sena Pratama/kumparanMenurut dia, proses pengujian kepada pabrikan akan berjalan bersamaan dengan pengujian teknis terhadap sampel plug dan socket yang sedang dipersiapkan."Jadi nanti step berikutnya adalah setelah sampel itu datang, kami secara paralel melakukan pengujian 6 butir IEC sekaligus dicobakan ke 4 itu," ujar Eka.BRIN berharap tahapan tersebut dapat menjadi langkah awal menuju penerapan standar colokan fast charging yang dapat digunakan lintas merek motor listrik di Indonesia. Setelah memperoleh masukan dari industri dan pengguna, standar itu nantinya berpotensi diajukan menjadi SNI dan dipertimbangkan untuk penerapan yang lebih luas.