Kemenhaj soal Modus Penipuan Badal Haji Fiktif Rp 1,4 M: Korbannya 140 Orang

Wait 5 sec.

Konferensi pers Kemenhaj oleh Jubir Ichsan Marsha (tengah), Dirjen Pengendalian Penyelenggaran Haji dan Umrah Harun Al Rasyid (kanan) soal aksi oknum menipu jemaah haji di Makkah, Selasa (9/6/2026). Foto: Lutfan Darmawan/kumparanKementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkap modus penipuan badal haji fiktif yang merugikan ratusan orang. Pelaku meraup keuntungan dari aksi tipu-tipunya itu mencapai Rp 1,4 miliar.Juru bicara Kemenhaj Ichsan Marsha mengatakan, aksi itu dilakukan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) berinisial AF dari Kabupaten Purwakarta. KBIHU itu tergabung dalam Kloter KJT 12 yang dipimpin oleh NF.Ichsan menyebut, pengungkapan kasus ini terjadi pada 8 Juni 2026."Terdapat KBIHU, AF, Kabupaten Purwakarta di Kloter KJT 12 yang dipimpin oleh saudara NF, terkait dengan pembayaran badal haji sebanyak 140 orang dengan biaya per orang sebesar Rp. 10.000.000," kata Ichsan dalam konferensi pers di Makkah, Selasa (9/6)."Total keuntungan sebesar Rp 1,4 miliar," ucap Ichsan menyebut kasus ini merupakan badal haji fiktif.Jemaah haji berkumpul di Jabal Rahmah di Padang Arafah saat pelaksanaan ibadah haji tahunan di luar kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026). Foto: Zain Jaafar/AFPSebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan komitmen membenahi KBIHU yang nakal. Pembenahan agar persoalan yang muncul pada musim haji 2026 tidak terulang di tahun depan."Kita akan membenahi teman-teman pembimbing ibadah terutama dari kelompok KBIHU supaya tidak lagi ada peristiwa yang di luar kontrol kami," kata Dahnil.Menurut Dahnil semua petugas haji maupun pembimbing ibadah harus di bawah kontrol Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Hal tersebut termasuk ketua kelompok terbang (kloter) jemaah haji.Dahnil mengungkap perilaku oknum KBIHU yang sangat merugikan jemaah. Salah satunya yakni terkait penipuan badal haji dan pembayaran dam."Kejadian hari ini misalnya ada penipuan terhadap dam, ada penipuan terhadap badal haji, dilakukan oknum KBIHU, kami akan tindak dengan tegas dan keras. Supaya tahun depan tidak terjadi lagi," ujarnya.Menurut Dahnil, kasus yang terungkap saat ini seperti fenomena gunung es saja. Hanya sedikit yang terlihat. Atas dasar itu, ia menegaskan akan memberantas oknum-oknum seperti itu agar tak terulang di musim haji tahun depan."Hari ini kami akan bersih bersih praktik itu. Saya pastikan selama saya wakil menteri haji dan umrah, praktik itu akan saya bersihkan," ucapnya.