Suasana pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (22/11/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanPasar otomotif roda empat Indonesia tampaknya harus menahan napas sejenak sepanjang bulan ke-5 tahun ini. Ini melihat catatan terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Mei 2026.Performa penjualan kendaraan di Tanah Air kompak menunjukkan tren perlambatan secara bulanan. Lesunya permintaan pasar domestik membuat grafik pengiriman unit dari pabrikan ke diler maupun konsumen langsung mengalami penurunan yang cukup terasa.Jika dibedah secara angka, performa penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) pada Mei lalu terpantau terkoreksi 14,31 persen dengan torehan 69.219 unit. Catatan tersebut menyusut cukup dalam atau selisih 11.560 unit jika dibandingkan dengan pencapaian April 2026 yang sempat menembus 80.779 unit. Rapor negatif ini juga menular pada sektor penjualan langsung dari diler ke konsumen atau retail yang melandai sebesar 5,08 persen ke angka 71.890 unit, setelah pada bulan ke-4 sebelumnya mampu mengantongi total 75.736 unit.Mobil Traga di booth Isuzu saat gelaran pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanKendati pasar domestik sedang menantang dalam perbandingan bulanan, senyum para agen pemegang merek (APM) kembali merekah saat melihat grafik tahunan atau year-on-year (YoY). Pasalnya capaian wholesales dan retail sama-sama positif.Wholesales pada Mei 2026 ini tercatat melesat tumbuh positif sebesar 14,04 persen dibandingkan Mei 2025 yang kala itu mentok di level 60.697 unit. Artinya, ada peningkatan volume pasokan yang cukup masif di pasar dengan selisih kenaikan mencapai 8.522 unit.Setali tiga uang, rapor hijau juga berhasil dipertahankan oleh sektor penjualan ritel ke tangan konsumen pada bulan yang sama. Dibandingkan dengan Mei 2025 yang berada di angka 61.546 unit, penjualan ritel Mei 2026 melompat signifikan hingga 16,80 persen. Tambahan ceruk pasar ini membuat jaringan diler di dalam negeri sukses melepas ekstra 10.344 unit kendaraan baru ke garasi konsumen selama bulan lalu. Optimisme industri otomotif nasional sepanjang 2026 pun kian dipertegas oleh akumulasi pertumbuhan selama tahun berjalan atau year-to-date (YTD).Jajaran mobil elektrifikasi Suzuki di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. Foto: Sena Pratama/kumparanSelama periode Januari hingga Mei 2026, total angka wholesales nasional berhasil meroket hingga 12,78 persen (359.015 unit). Pencapaian mentereng ini otomatis meninggalkan akumulasi periode yang sama pada 2025 lalu dengan total 318.344 unit.Tak mau kalah, performa kumulatif retail untuk periode lima bulan pertama tahun 2026 juga mencatatkan pertumbuhan yang kokoh di angka 8,78 persen. Total kendaraan yang berhasil dikirim diler ke konsumen menembus 359.490 unit, berbanding 330.486 unit pada periode Januari-Mei tahun lalu. Penjualan wholesales 2026 April: 80.779 unitMei: 69.219 unit (-11.560 unit)Penjualan retail 2026April: 75.736 unitMei: 71.890 unit (-3.846 unit)Penjualan wholesales Mei 2025: 60.697 unit2026: 69.219 unit (+8.522 unit)Penjualan retail Mei2025: 61.546 unit2026: 71.890 unit (+10.344 unit)Penjualan wholesales Januari-Mei2025: 318.344 unit2026: 359.015 unit (+40.671 unit)Penjualan retail Januari-Mei2025: 330.486 unit2026: 359.490 unit (+29.004 unit).