Toyota Alphard Bekas. Foto: dok. WTCM2Operasi tangkap tangan (OTT) paling baru oleh KPK menyasar Bupati Muara Enim, Edison. Kasusnya adalah dugaan tindak pidana suap proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan, serta bentuk lain di luar seperti gratifikasi."Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati (Edison)," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan pada Senin (8/6).Dari pengungkapan kasus tersebut, KPK menyita barang bukti berupa uang dan aset senilai hampir Rp 2 miliar. Budi membeberkan bahwa uang suap dari pihak swasta itu ditemukan dalam berbagai wujud mata uang hingga saldo di rekening."Barang bukti dalam bentuk uang tunai, ada rupiah, dolar, riyal, kemudian ada sejumlah rekening yang juga diamankan, di mana saldo-saldo di dalamnya total dengan uang tunai yang diamankan, senilai hampir Rp 2 miliar," beber Budi.Bupati Muara Enim Edison (kedua kanan) berjalan dengan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOCoba menilik data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) digital, Edison memiliki total kekayaan sejumlah Rp 16 miliar atau detailnya Rp 16.030.192.000. Aset paling banyak terletak pada Tanah dan Bangunan senilai Rp 14.180.192.000.Sementara bagian aset Alat Transportasi dan Mesin memiliki harta senilai Rp 505.000.000, berupa dua kendaraan mobil berupa Toyota Alphard dan Toyota Fortuner, berikut detailnya:Toyota Alphard, Tahun 2010, hasil sendiri, dengan nilai taksiran seperti tercantum di dokumen e-LHKPN Rp 125.000.000Toyota Fortuner, Tahun 2019, hasil sendiri, dengan nilai taksiran seperti tercantum di dokumen e-LHKPN Rp 380.000.000.Toyota Fortuner bekas. Foto: dok. mobil88Dibanding para pejabat dalam episode OTT sebelumnya, koleksi kendaraan Edison terbilang sederhana dan amat umum dijumpai di jalan raya. Selain itu, Toyota Alphard dan Fortuner awam digunakan sebagai kendaraan dinas pejabat.Edison berlatar belakang sebagai ASN. Ia mengawali kariernya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak 1995. Jabatan terakhirnya sebagai Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan.Ia kemudian mencalonkan diri dari Partai NasDem dalam Pilbup 2024. Edison lalu terpilih, berpasangan dengan politisi PDIP, Sumarni. Pasangan ini meraih 114.258 suara atau 38,76 persen dari total suara sah.