Chatib Basri Foto: bekraf.go.idSejumlah kabar ekonomi menjadi perhatian pembaca pada Selasa (9/6). Mulai dari kedatangan Menteri Keuangan Chatib Basri periode 2013-2014 ke Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto hingga keputusan Bank Indonesia yang kembali menaikkan suku bunga acuan.Pertemuan Chatib bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memicu berbagai spekulasi di tengah isu Chatib menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Di sisi lain, langkah Bank Indonesia menaikkan BI-Rate menjadi 5,5 persen dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Berikut rangkumannya.Chatib Basri Menghadap Prabowo di Istana Bersama LuhutEkonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (9/6). Ia tiba hampir bersamaan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.Chatib membenarkan kedatangannya untuk bertemu Prabowo bersama Luhut. Namun, ia enggan mengungkap isi pembahasan yang akan dilakukan dalam pertemuan tersebut.Belakangan, nama Chatib santer disebut masuk dalam bursa calon Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih. Meski demikian, ia tak memberikan komentar lebih lanjut terkait kabar tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pertemuan tersebut murni membahas masukan terkait strategi pertumbuhan ekonomi dan tidak terkait isu pergantian menteri.BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan Menjadi 5,5 PersenGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida Budiman (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Ja Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTOBank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan yang digelar pada Selasa (9/6).Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan langkah tersebut merupakan upaya lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.Dengan kenaikan tersebut, suku bunga acuan BI kini berada di level 5,5 persen. Sebelumnya, bank sentral juga telah menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Mei lalu. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mengantisipasi risiko inflasi di tengah gejolak ekonomi global.