Jadi Korban Kekerasan, Muzakki Ramdhan dan Keluarga Pertimbangkan Langkah Hukum

Wait 5 sec.

Muzakki Ramdhan jadi korban kekerasan oleh orang tak dikenal di mal. Foto: Dok. IstimewaAktor Muzakki Ramdhan beberapa waktu lalu menjadi korban kekerasan oleh orang tak di kenal di area toilet mal. Muzakki menyadari bahwa insiden tersebut berawal dari kesalahpahaman.Saat ini, Muzakki Ramdhan masih mendiskusikan langkah yang akan diambil oleh pihaknya terkait insiden kekerasan tersebut. Termasuk kemungkinan pihaknya mengambil langkah hukum."Untuk sekarang aku masih berpikir dan berdiskusi dengan keluargaku, mohon doanya," ujar Muzakki kepada kumparan.Muzakki Ramdhan Alami Luka di Bibir Hingga Benjol di Kepala BelakangAtas insiden tersebut, Muzakki mengalami luka di bibir. Namun luka tersebut kini sudah mulai membaik. Selain luka di bibir, bintang film Gundala itu, juga mengalami benjol di kepala belakang lantaran benturan dengan dinding mal."Luka di bibir kiri bagian atas, robek sekitar 2 cm. serta benjolan di kepala belakang sebab terbentur dinding," tuturnya.Selain fisik, Muzakki juga mengaku kena mental. Namun, dukungan dari orang-orang terdekat sudah membuat kondisi psikisnya jauh lebih baik."Kemarin sempat benar-benar shock sampai gak bisa ngomong. Alhamdulillah karna terus ditemani sama orang terdekatku, Alhamdulillah sekarang udah lebih baik," ucap Muzakki.Muzakki Ramdhan jadi korban kekerasan oleh orang tak dikenal di mal. Foto: Dok. IstimewaPetik Pelajaran Berharga dari Insiden PemukulanLebih lanjut, Muzakki mengambil banyak pelajaran pengalaman tak menyenangkan ini. Ia menyadari bahwa di ruang publik, potensi ancaman bisa datang dari siapa saja, termasuk dari individu yang tidak mampu mengontrol emosi atau memiliki sensitivitas berlebih."Ke depan, aku bakal jadi lebih berhati-hati dalam bertindak di area umum. Sekarang aku jadi lebih tahu bahwa ada orang-orang di luar sana yang se-sensitif itu, atau mungkin yang tidak bisa mengontrol diri maupun emosinya," tuturnya.Meski begitu, ia memilih untuk tidak membiarkan rasa takut menguasai diri. Muzakki kini lebih fokus pada introspeksi diri dan meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak lagi menimpa dirinya maupun orang lain di kemudian hari."Aku enggak pernah tahu kapan atau di mana aku bertemu orang-orang seperti itu, dan aku tidak bisa mengontrol mereka. Sekarang, aku hanya bisa mengontrol diriku dan lebih berhati-hati dalam bersikap. Dan berharap, semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi baik untuk aku dan orang lain," tutupnya.Sebelumnya, Muzakki menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula saat ia merasa kurang enak badan. Muzakki merasa sedang dalam kondisi mual hebat usai menaiki wahana permainan di salah satu arena bermain di mal.Karena kondisi yang mendesak, Muzakki tidak sengaja membanting pintu toilet saat hendak masuk. Ia mengaku saat itu hanya fokus ingin segera menutup pintu dan tidak ada niat untuk melakukan tindakan provokatif.Namun, tak disangka, insiden pintu terbanting itu justru memicu amarah seseorang yang berada di dekat sana. Saat Muzakki keluar dari toilet, ia mengaku langsung dikejar oleh orang tersebut. Orang tersebut tak terima lantaran Muzakki masuk ke toilet dengan membanting pintu.Meski sudah memberikan penjelasan dan permintaan maaf, Muzaki menyebut pelaku tetap emosional. Situasi memanas ketika pelaku disebut melakukan tindakan fisik. Tangan pria itu menutup wajah Muzakki dan mendorongnya hingga terbentur tembok