ilustrasi Bank of Japan. Foto: Poetra.RH/ShutterstockBank Sentral Jepang (BOJ) mulai mempersiapkan langkah untuk melakukan kenaikan suku bunga tambahan dalam rapat kebijakan moneter yang akan berlangsung pada Senin dan Selasa pekan depan.Mengutip Japan News, BOJ menilai penting untuk memperhatikan risiko kenaikan harga lebih lanjut akibat meningkatnya biaya minyak mentah yang dipicu oleh memburuknya situasi di Timur Tengah.Oleh karena itu, bank sentral diperkirakan akan menaikkan target suku bunga jangka pendek, atau suku bunga kebijakan, dari sekitar 0,75 persen menjadi sekitar 1,0 persen.Jika langkah tersebut direalisasikan, kenaikan itu akan menjadi yang pertama sejak Desember tahun lalu, dan suku bunga kebijakan akan mencapai level tertinggi dalam 31 tahun, yaitu sejak 1995.BOJ telah menetapkan kebijakan untuk menaikkan suku bunga berdasarkan kondisi perekonomian, perkembangan harga, serta kondisi moneter.Sejak situasi di Timur Tengah memanas, bank sentral menilai dua risiko utama, yaitu kenaikan harga dan perlambatan ekonomi. Ada kemungkinan kenaikan suku bunga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.Warga berjalan di dekat papan informasi harga saham yang menampilkan indeks saham Nikkei di luar sebuah perusahaan pialang di Tokyo, Jepang, Senin (9/3/2026). Foto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS“Ketika risiko kenaikan harga dinilai lebih besar dibandingkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi (meskipun situasi di Timur Tengah masih belum jelas), perlu dilakukan pembahasan yang tepat mengenai apakah suku bunga perlu dinaikkan atau tidak,” kata Gubernur BOJ Kazuo Ueda, dikutip Sabtu (13/6).Selain kenaikan harga minyak mentah, nilai tukar yen yang lemah masih bertahan di kisaran 160 yen per dolar AS.“Secara keseluruhan, risiko kenaikan harga lebih besar,” ujar Ueda.Laju kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional, tidak termasuk harga bahan pangan segar, pada April tercatat sebesar 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Namun, menurut perhitungan BOJ, angka tersebut mencapai 2,8 persen jika dampak kebijakan pemerintah untuk menekan inflasi dan faktor-faktor lainnya dikecualikan.Laju kenaikan Indeks Harga Barang Korporasi, yang mencerminkan tren harga barang yang diperdagangkan antarperusahaan, menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 4,9 persen pada April. Hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan tekanan kenaikan harga terhadap konsumen dalam waktu mendatang.Sejumlah anggota Dewan Kebijakan BOJ berpendapat kenaikan suku bunga lebih dini diperlukan untuk mengantisipasi risiko kenaikan harga.Gubernur Bank of Japan Dirawat di Rumah Sakit, Tak Bisa Hadiri Rapat Kebijakan Pekan DepanGubernur Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) Kazuo Ueda berbicara dalam konferensi pers di kantor pusat BOJ di Tokyo, Selasa (28/4/2026). Foto: Kazuhiro Nogi/AFPSementara itu, Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, bakal absen dari pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada 15-16 Juni mendatang. Ueda harus absen karena tengah dirawat di rumah sakit untuk perawatan medis.Wakil Gubernur Ryozo Himino akan memimpin peninjauan suku bunga menggantikan Ueda, dan wakil gubernur lainnya, Shinichi Uchida, akan menjadi moderator konferensi pers pasca-pertemuan.Ueda diperkirakan akan tetap dirawat di rumah sakit selama sekitar dua minggu, bekerja dari jarak jauh, dan menghadiri pertemuan kebijakan berikutnya pada tanggal 30-31 Juli.