Desa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali pada Jumat (5/6/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan Bali bagian utara memiliki potensi wisata yang sebenarnya tak kalah menarik dari Bali bagian selatan. Salah satunya wisata pedesaan seperti Desa Les yang berada di Buleleng, Bali.Adapun Desa Les merupakan salah satu bagian dari Desa Sejahtera Astra. Konsep unik yang diusung desa tersebut adalah wisata ‘Nyegara Gunung’. Penggerak atau Local Champion Desa Sejahtera Astra Les, Bali yakni Nyoman Nadiana menjelaskan konsep tersebut diusung karena lokasi desa meliputi laut dan pegunungan.“Hanya Desa Les yang sebuah desa yang formatnya komplit satu desa. Jadi gini, Desa Les itu kalau kayak anatomi tubuh kakinya di laut, pusat desanya juga panjang, jadi dari pantai, pasar, sampai ke air terjun itu sudah masuk bukit,” kata sosok yang akrab disapa Don Dare itu di Desa Les, Buleleng, Bali pada Jumat (5/6).Dengan konsep 'Nyegara Gunung' tersebut, Don menuturkan alur yang disiapkan untuk para pengunjung memang didesain akan dimulai dari laut, memasuki desa sampai wisata alam di daerah pegunungan.“Bikin apa pun selalu kayak gitu, termasuk trip kayak gitu. Makanya di arah pantai dulu, laut, barulah masuk-masuk desa, teman-teman bisa ngerasain gunungnya,” ujarnya.Desa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali pada Jumat (5/6/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan Menurutnya, ada beberapa hal yang difokuskan dalam mengembangkan bisnis wisata dengan konsep 'Nyegara Gunung' di Desa Les: budaya, alam, edukasi, dan kuliner.Untuk wisata budaya, pengunjung dapat mengenal tradisi lokal melalui Sanggah Kemulan Dadap sampai kesenian Tapel Ngandong. Yang tak kalah menarik adalah aktivitas pembuatan garam laut tradisional atau Garam Les yang masih menjadi mata pencaharian warga.Sementara untuk wisata alam, Desa Les menawarkan snorkeling, trekking ke Bukit Yangudi serta melihat air terjun Yeh Mampem yang berada di dataran tinggiSedangkan untuk wisata edukasi, wisatawan juga bisa merasakan pengalaman belajar terkait pengelolaan sampah di TPST. Saat dikunjungi kumparan, TPST Desa Les juga sudah melakukan pengembangan sampah organik untuk kebun sampai budidaya spirulina.Desa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali pada Jumat (5/6/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan Untuk wisata kuliner, Desa Les memiliki kuliner khas yakni Mengguh yang merupakan hidangan seperti bubur serta Jukut Blook yang merupakan hidangan sayur campuran dengan bahan pucuk daun labu dan singkong. Selain itu, terdapat pula restoran Bali Moela yang menyajikan kuliner khas Bali.Dengan berbagai ragam wisata itu, Don juga berharap Desa Les bisa menjadi ‘tempat kabur’ para pelancong baik lokal maupun mancanegara.“Makanya saya punya tagline, kalau mau escape, ya, ke Les aja. Karena Les jadinya artinya juga escape. Melarikan diri, pelarian,” ujarnya.Mengenai asal usul nama Desa Les, Don menjelaskan memang ada yang berpendapat berasal dari kata ngenes atau mekiles yang berarti pergi dari suatu tempat ke tempat lain sambil bersembunyi.Dukungan Astra dengan Desa Sejahtera AstraDesa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali pada Jumat (5/6/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan Desa Les memang merupakan salah satu Desa Sejahtera Astra (DSA). Dengan status tersebut, Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, menjelaskan desa ini sudah mendapat banyak manfaat termasuk soal peningkatan pendapatan masyarakat sejak bergabung dengan program DSA pada 2024.“Program ini telah menjangkau lebih dari 800 masyarakat desa, mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 25 persen, menyerap puluhan tenaga kerja baru, serta membantu penyerapan pasar terhadap produk lokal hingga 100 persen,” ujarnya.Kenapa Astra memilih Desa Les, Windy menuturkan desa ini memiliki potensi alam, budaya dan ekonomi lokal yang kuat, serta masyarakat yang aktif menjaga kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.“Astra melihat potensi tersebut dapat terus dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sehingga mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan lingkungan,” kata Windy.Desa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali pada Jumat (5/6/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan Ia juga menjelaskan dengan Desa Lea menjadi DSA, desa tersebut mendapat pendampingan dari Astra mulai dari urusan kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.Kepala Desa Les, Gede Adi Wistara, juga menjelaskan sejak desa mendapat binaan dari Astra, ia tak hanya fokus pada pengembangan bisnis wisata. Ia juga membuka Desa Les untuk siapa pun yang ingin melakukan penelitian.“Karena kita jadi binaan Astra, tentu kita selalu siap. Menyambut kunjungan ataupun penelitian. Jadi, semenjak kita itu mendapatkan penghargaan Anugerah Desa Wisata, tentu tambah sibuk saya dengan teman-teman, kan,” ujar Gede.Desa Les pada 2024 lalu meraih peringkat Juara Umum Desa Wisata Terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.