TKP ledakan galian di jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan pada Senin (8/7). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparanLedakan saat proyek galian pipa air bersih di Jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan, Senin (8/6), disebut terdengar keras hingga membuat dua pekerja menjadi korban. Para saksi menceritakan detik-detik kejadian, mulai dari suara ledakan hingga kondisi korban usai insiden.Pantauan kumparan di lokasi pada Senin (8/7), terlihat ada garis kuning di area-area galian. Sementara itu, proses pengerjaan galian sudah dihentikan total untuk sementara.Salah satu pekerja proyek, Andre, mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat dua pekerja tengah melakukan pembobokan cor beton menggunakan jackhammer (mesin pemecah beton, aspal, atau batuan keras). Menurut dia, alat tersebut diduga meleset dan mengenai kabel listrik bawah tanah.“Ini kan galian buat air bersih 4, yang tertusuk PLN pakai jackhammer itu. Karena cor-corannya tebel banget kan kayak begini nih. Dia meleset, langsung kena kabel, yang dua masuk rumah sakit. Yang kerja kan cuma dua orang di situ,” kata Andre kepada wartawan, Senin (8/6).Andre mengatakan saat kejadian terdapat sekitar 10 pekerja di lokasi proyek. Namun, hanya dua orang yang berada di titik pengerjaan ketika ledakan terjadi.“Ya kadang tiga orang. Kebetulan dia lagi dua orang, ya mesinnya terpeleset makanya jadi menusuk kabel merah,” ujarnya.Ia menyebut suara ledakan terdengar sangat keras lantaran diduga berasal dari kabel tegangan tinggi. Dua pekerja yang berada di lokasi juga disebut sempat terpental akibat ledakan tersebut.“Terpental. Sekarang kan udah masuk rumah sakit. Ya gede banget [suara ledakan], orang tegangan tinggi," kata Andre.Menurut dia, korban mengalami luka di bagian wajah akibat semburan api. “Muka, karena semburan api sih,” ujarnya.Andre mengaku baru pertama kali mengalami insiden seperti itu selama puluhan tahun bekerja di proyek lapangan.“Saya kerja udah 25 tahun kayak baru pertama kali ini ngalamin yang kayak gini hah,” katanya.TKP ledakan galian di jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan pada Senin (8/7). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparanSaksi lain, Markum (54), mengaku mendengar suara ledakan saat sedang berada di warteg dekat lokasi kejadian. Meski tak melihat langsung momen ledakan, ia mengatakan suara yang terdengar cukup keras.“Saya pas lagi di warteg, tapi dengar. Dari samping Danamon itu kan ada warteg gitu, oh itu dengar,” kata Markum.Saat mendatangi lokasi, Markum melihat salah satu korban dievakuasi menggunakan mobil proyek dengan kondisi wajah menghitam.“Saya tahu dari mobil itu orangnya item gitu mukanya gitu,” ujarnya.Markum menyebut polisi dan petugas Dishub datang tak lama setelah kejadian untuk menangani lokasi ledakan. Area proyek kemudian dipasangi garis polisi.“Tadi setelah ada kejadian polisi banyak banget, Dishub juga ada sih,” kata dia.TKP ledakan galian di jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan pada Senin (8/7). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparanSebelumnya, Ledakan terjadi saat pekerjaan galian di kawasan Jalan RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (8/6). Peristiwa itu diduga terjadi ketika pekerja melakukan pengeboran jalan untuk pengelolaan air PAM dan mengenai kabel PLN.Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan, polisi menerima informasi awal dari layanan darurat 110 sebelum mendatangi lokasi kejadian di putaran BRI, Jalan RS Fatmawati.“Betul. Kami dapatnya kan dari layanan 110 ya,” kata Joko, Senin (8/6).Menurut Joko, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, ledakan diduga dipicu saat pekerjaan galian berlangsung.“Kami datangin TKP di Jalan RS Fatmawati, tepatnya di putaran BRI. Masuknya wilayah Cilandak,” ujar dia.Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami terkait ledakan tersebut.