Warga berdiri di dekat bangunan yang runtuh setelah gempa berkekuatan 7,8 magnitude di General Santos, Filipina, 8 Juni 2026. Foto: REUTERS/Edwin EspejoGempa bumi berkekuatan 7,8 magnitudo (versi BMKG RI 7,7 magnitudo) mengguncang wilayah Mindanao, Filipina bagian selatan, pada Senin (8/6), dengan sedikitnya lima orang dilaporkan tewas di Kota General Santos.Korban jiwa masih dalam proses verifikasi di tengah upaya penyelamatan dan pendataan kerusakan yang dilakukan otoritas setempat pascagempa.Dilansir Reuters, Kepala Badan Penanggulangan Bencana General Santos, Agripino Dacera, mengatakan laporan korban jiwa masih diperiksa lebih lanjut."Kami masih memverifikasi laporan mengenai sedikitnya lima korban meninggal dunia," kata Dacera.BMKG merilis peta gempa 7,7 M yang berpusat di Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026). Foto: Dok. BMKGKantor berita AFP sebelumnya melaporkan satu orang tewas dan empat lainnya terluka berdasarkan data awal dari kepolisian General Santos.Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berkekuatan 7,8 M itu berpusat di laut sekitar 24 kilometer di barat Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao.Bangunan Rusak Akibat GempaPolisi juga menyebut sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa."Banyak bangunan terdampak, tetapi kami belum bisa merinci karena masih fokus pada operasi penyelamatan," kata Sersan Mayor Robert Dagon dari Kepolisian General Santos.Polisi berkumpul di depan reruntuhan restoran cepat saji Jollibee setelah gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitude di Kota General Santos, Filipina pada 8 Juni 2026. Foto: Edwin Espejo / AFPVideo yang diverifikasi AFP menunjukkan sebuah pusat perbelanjaan yang di dalamnya terdapat gerai restoran cepat saji Jollibee roboh menjadi puing-puing di General Santos.Sebuah gedung sekolah yang sedang tidak digunakan juga dilaporkan ambruk akibat guncangan kuat tersebut.Peringatan Tsunami di Luar FilipinaSementara itu, BMKG mencatat kekuatan gempa sebesar 7,7 M dan mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia timur.Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyatakan gelombang tsunami berpotensi terjadi di wilayah pesisir Filipina, Indonesia, Palau, Taiwan, dan Papua Nugini dalam beberapa jam setelah gempa.Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menangguhkan kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah terdampak di Mindanao dan meminta warga pesisir segera mengungsi.Rumah warga di Sulawesi Utara (Sulut) rusak parah akibat terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Mindanao, Filipina pada Senin (8/6/2026) pagi. Foto: Dok. Istimewa"Segera menuju tempat yang lebih tinggi. Jangan menunggu. Nyawa Anda lebih penting daripada apa pun yang ditinggalkan," kata Marcos.Di Indonesia, BNPB meminta pemerintah daerah di Manado, Gorontalo Utara, dan Kepulauan Sangihe mengarahkan warga pesisir untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami pada sejumlah daerah di Indonesia. Saat ini peringatan ini telah berakhir.Otoritas Jepang juga mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah wilayah di pesisir Pasifik dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai satu meter.