Danantara Bentuk Sistem Digitalisasi untuk Ekspor Satu Pintu via DSI

Wait 5 sec.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bertemu dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia, Seno Soemadji, untuk membahas pemangkasan anak usaha Telkom di Danantara, Senin (25/5/2026). Foto: Dok. BP BUMNChief of Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria, mengatakan akan ada sistem digitalisasi selama masa transisi ekspor sumber daya alam (SDA) satu pintu lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) hingga akhir tahun 2026.Dony mengatakan, selama masa transisi yang dimulai 1 Juni sampai 31 Desember 2026, PT DSI berperan sebagai perantara tunggal ekspor dengan badan usaha untuk memastikan tidak ada praktik under-invoicing dan transfer pricing.Dia menegaskan bahwa operasional PT DSI akan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan, dan bisa diawasi oleh masyarakat salah satunya melalui sistem digitalisasi."Kita sedang mendevelop satu sistem digitalisasi untuk memastikan bahwa seluruh transaksi sumber daya alam kita itu dilakukan secara wajar dan transparan," katanya saat konferensi pers di kompleks parlemen, Senin (8/6).Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkum Supratman Andi Agtas, dan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria saat konpers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanSelain itu, Dony juga menegaskan bahwa DSI akan menjalankan seluruh kontrak yang masih berjalan antara eksportir dengan pembelinya, selama tidak ada praktik under-invoicing dan transfer pricing."Jadi buat seluruh pengusaha dan juga masyarakat Indonesia tidak perlu ada yang dikhawatirkan bahwa semua kontraknya berjalan dengan normal," kata Dony.Selama masa transisi ini, lanjut Dony, Danantara masih akan mencari pola terbaik dari ekspor satu pintu tersebut yang akan dijalankan secara menyeluruh mulai 1 Januari 2027."Kami hanya memastikan sampai dengan nanti kita menemukan pola yang lebih baik setelah 31 Desember tahun 2026, jadi semuanya dilakukan secara normal dan transparan," ujar dia.