Reza Aditya, produser HAS Creative dalam film DOSA. Foto: Vincentius Mario/kumparanDi tengah panasnya konflik antara Ratu Sofya dengan pihak HAS Pictures, muncul spekulasi di bahwa perseteruan ini hanya gimik atau 'S3 Marketing' untuk menaikkan popularitas film DOSA: Penebusan atau Pengampunan. Namun, Reza Aditya selaku produser dengan tegas membantah tudingan itu.Reza memastikan HAS Pictures, saudara dari HAS Creative, tidak pernah pakai black campaign atau drama settingan untuk mempromosikan film mereka."Enggak ada sih. Kami enggak ada promo ke sana, kami enggak main black campaign-lah. HAS Pictures itu sister company dari HAS Creative gitu ya. Artinya kami punya media sudah besar juga, kami punya punya beberapa media yang besar di YouTube gitu. Kami rasa black campaign enggak-lah," jelas Reza Aditya di Epicentrum Jakarta Selatan, Senin (8/6).Produser Tegaskan Sudah Penuhi Hak Ratu SofyaRatu Sofya dan tim kuasa hukumnya di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanSelain membantah isu marketing, Reza juga mengklarifikasi soal hak pemain. Ia menegaskan, kewajiban finansial terhadap Ratu Sofya sebagai pemeran utama diselesaikan sesuai kesepakatan dalam kontrak kerja."Oh, enggak, itu saya enggak tahu ya (soal detail kontrak). Kan yang kontrak ada tim legal ya. Jadi saya rasa semua juga udah beres kok," ujar Reza.Bahkan, Reza berkelakar mengenai honor yang telah diterima oleh Ratu Sofya. Ia menyebut bahwa bayaran dari film DOSA tersebut sudah bisa digunakan oleh sang aktris untuk membeli aset pribadi."Udah jadi mobil katanya. Alhamdulillah," seloroh Reza.Meski hak finansial telah terpenuhi, hubungan komunikasi antara produser dan aktris utama tersebut memang sedang merenggang. Ratu Sofya diketahui absen dalam beberapa agenda promosi film yang seharusnya ia hadiri berdasarkan kontrak."Kami udah minta, terus dia enggak berkenan ya udah, gitu aja sih. Aman aja sih ya, nggak apa apa sih. Itu kan haknya dia," tutup Reza.