INDEF Dorong Pemerintah Siapkan Stimulus Fundamental untuk Redam Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, meminta pemerintah menyiapkan stimulus fundamental untuk mengurangi dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terhadap perekonomian dan daya beli masyarakat.Rizal menegaskan pemerintah perlu mengombinasikan stimulus jangka pendek dengan penciptaan lapangan kerja agar masyarakat tetap menjaga konsumsi dan ekonomi nasional terus tumbuh."Pemerintah harus mempercepat realisasi belanja negara dan daerah yang memiliki efek berganda tinggi, mendorong investasi, serta memperkuat UMKM dan industri padat karya," ujarnya, Jumat.Rizal menjelaskan langkah tersebut lebih efektif karena lebih dari 97 persen tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor UMKM. Dengan menjaga likuiditas dan aktivitas UMKM, pemerintah dapat mempertahankan pendapatan masyarakat lebih baik dibandingkan hanya memberikan bantuan konsumtif.Ia juga meminta pemerintah menyalurkan stimulus jangka pendek secara lebih tepat sasaran. Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi mengurangi daya beli masyarakat, terutama kelompok kelas menengah yang menjadi motor utama konsumsi domestik.Rizal mencatat inflasi Indonesia pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara Bank Indonesia menaikkan BI-Rate menjadi 5,50 persen. Kondisi tersebut mendorong kenaikan biaya hidup dan biaya kredit sehingga masyarakat memiliki ruang konsumsi yang lebih sempit.Karena itu, Rizal menyarankan pemerintah memperkuat program bantuan sosial (bansos) bagi kelompok rentan dan memperpanjang insentif untuk sektor padat karya.Selain itu, pemerintah perlu menjaga stabilitas harga pangan serta memberikan subsidi ongkos distribusi bagi komoditas strategis. Menurut Rizal, kebijakan tersebut lebih efektif dibandingkan memperluas subsidi energi yang berisiko salah sasaran dan mengurangi efisiensi fiskal.Sebagai informasi, pemerintah menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter mulai 10/6/2026.Sementara itu, pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. (*)