LA Indie Movie 2026, Ajang Pembekalan Keterampilan Bagi Sineas Muda

Wait 5 sec.

Gelaran LA Indie Movie 2026 digelar di kawasan Senayan, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanFestival LA Indie Movie kembali hadir pada 2026. Ajang yang menjadi wadah bagi para kreator perfilman sejak pertama kali digelar pada 2007 ini tetap konsisten mendukung perkembangan dan kemajuan industri film Indonesia.Mengusung tema “Be The Future Movie Maker”, LA Indie Movie 2026 menghadirkan empat sesi workshop yang mencakup tahapan Inspiration, Ideation, Visual, dan Post-Production.Program tersebut diisi oleh sejumlah filmmaker ternama, seperti Garin Nugroho, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, Claresta Taufan, Asmara Abigail, Khozy Rizal, Fajar Nugros, Loeloe Hendra, dan Jeihan Angga.Gelaran LA Indie Movie 2026 digelar di kawasan Senayan, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanSelain itu, turut hadir Odair Faleco, Ifa Isfansyah, Tia Hasibuan, Muhammad Zaidy, Batara Goempar, Ical Tanjung, Vida Sylvia, Dita Gambiro, Aline Jusria, Andhy Pulung, Kalvin Irawan, dan Upie Guava yang akan berbagi pengalaman serta wawasan di bidang perfilman.Tak hanya menghadirkan sesi pembekalan, hari kedua penyelenggaraan LA Indie Movie 2026 akan diramaikan dengan kompetisi Story Pitch & Talent Hunt. Tahun ini, acara tersebut digelar di dua kota, yakni Jakarta pada 13–14 Juni dan Yogyakarta pada 20–21 Juni.Pintu Masuk Dunia PerfilmanSutradara Wregas Bhanuteja, yang menjadi salah satu narasumber, menyoroti banyaknya pintu masuk bagi generasi muda untuk terjun ke dunia perfilman. Salah satunya melalui film pendek, jalur yang juga pernah ia tempuh di awal kariernya."Salah satu tips iya, karena dengan film pendek ya kamu bisa menunjukkan karyamu, menunjukkan visi-mu, dan orang bisa memberi pekerjaan lebih," ujar Wregas Bhanuteja dalam gelaran LA Indie Movie 2026 di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6)."Tapi kalau misalnya ada yang mau memulai dengan cara menjadi asisten sutradara atau menjadi asisten video director, itu juga adalah suatu posibilitas. Tidak tidak melulu harus dengan jalur film pendek," sambungnya.Sutradara dan penulis skenario Wregas Bhanuteja saat berkunjung ke kantor kumparan, Jakarta, Senin (23/10/2023). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparanMenurut Wregas, perkembangan teknologi membuat para sineas muda saat ini memiliki peluang yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Selain membuka akses yang lebih luas, kemajuan teknologi juga membantu memangkas biaya produksi yang dahulu relatif tinggi."Iya peluangnya sangat besar karena teknologi semakin murah. Dalam artian, digital sekarang kita bisa merekam sebuah film dengan alat yang sangat kecil, memori yang bisa tidak terbatas, dan kemudian kualitasnya semakin lama semakin bagus," ucap Wregas."Tidak seperti dulu waktu zaman seluloid, di mana satu kaleng seluloid harganya mahal banget," imbuhnya.Karena itu, Wregas menilai saat ini merupakan waktu yang tepat bagi para sineas muda untuk mulai memproduksi karya mereka sendiri."Orang yang kemudian ingin menginvestasikan dirinya di dalam film juga saya melihat mengamati semakin lama semakin meningkat. Jadi, mungkin saat yang tepat untuk kita kemudian bisa memproduksi film yang ingin kita inginkan," ungkap Wregas.Dukungan untuk Sineas MudaTak hanya berfokus pada sesi mentorship dan workshop, LA Indie Movie juga memberikan kesempatan bagi para finalis terpilih untuk mewujudkan film pendek impian mereka. Perwakilan LA Indie Movie, Hani Aulia, mengatakan bahwa total hadiah yang disiapkan mencapai Rp400 juta.“LA Indie Movie berkomitmen untuk mendukung talenta kreatif Indonesia di sektor perfilman Indonesia. Sejak lebih dari 15 tahun lalu, kami bangga bisa berkontribusi mendukung dan mencetak banyak film maker muda Indonesia bahkan hingga sekarang ada dari mereka yang sudah berkarier secara internasional," kata Hani Aulia.Gelaran LA Indie Movie 2026 digelar di kawasan Senayan, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanDukungan yang diberikan tidak berhenti pada tahap produksi. Garin Nugroho menjelaskan bahwa film-film yang berhasil diproduksi juga akan mendapat dukungan promosi melalui media terpilih hingga festival film berskala internasional.“Wadah seperti LA Indie Movie sangat penting untuk regenerasi perfilman Indonesia dan juga menjadi ruang lahirnya karya dengan gagasan yang otentik dari sineas muda. Melalui rangkaian workshop dan kompetisi, wadah ini memberi bekal keterampilan dan membuka kesempatan masuk ke industri perfilman,” tutup Garin Nugroho.Gelaran LA Indie Movie 2026 digelar di kawasan Senayan, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanSetelah vakum selama enam tahun akibat pandemi, LA Indie Movie kini kembali hadir untuk berbagi ilmu melalui program film-making workshop yang menawarkan pengalaman belajar sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk menunjukkan karya kreatif mereka.Hingga saat ini, LA Indie Movie tetap menjadi ruang berkumpul bagi para pegiat film untuk bertukar gagasan, memperluas jaringan, serta membuka jalan bagi sineas muda yang ingin mengembangkan diri di industri perfilman Indonesia.Tak hanya itu, LA Indie Movie juga membuka peluang bagi para peserta untuk bertemu, bekerja sama, terjun langsung ke industri, serta belajar dari para insan perfilman Indonesia maupun mancanegara.