Bisa Hangus! Catat Syarat Penting Garansi Seumur Hidup Baterai Wuling EV

Wait 5 sec.

SGMW Motor meresmikan fasilitas perakitan baterai mobil listrik di pabrik Wuling Motors Cikarang, Jawa Barat. Foto: Wuling MotorsKekhawatiran soal umur baterai masih menjadi salah satu pertimbangan utama calon konsumen mobil listrik di Indonesia. Harga komponen yang relatif mahal membuat sebagian masyarakat belum sepenuhnya yakin untuk menggunakan kendaraan listrik dalam jangka panjang.Isu tersebut membuat aspek garansi baterai menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli mobil listrik. Menjawab kebutuhan itu, Wuling menghadirkan program perlindungan berupa lifetime warranty untuk beberapa model EV yang dipasarkan di Tanah Air.Brand Communications Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, menyebut program tersebut kini sudah cukup melekat di benak konsumen. Ia mengatakan, banyak masyarakat yang langsung mengasosiasikan kendaraan listrik Wuling dengan jaminan baterai seumur hidup.SGMW Motor meresmikan fasilitas perakitan baterai mobil listrik di pabrik Wuling Motors Cikarang, Jawa Barat. Foto: Wuling Motors“Kalau orang bicara Wuling EV, salah satu yang mereka ingat itu lifetime warranty,” ujar Brian di Purwokerto, Kamis (4/6/2026).Meski demikian, ia menilai masih banyak konsumen yang belum memahami skema perlindungan tersebut secara menyeluruh. Padahal, di balik program tambahan itu, terdapat garansi standar yang juga menjadi dasar perlindungan kendaraan listrik Wuling.Brian menjelaskan, mobil listrik Wuling dibekali garansi. Perlindungan ini mencakup tiga komponen utama kendaraan listrik, termasuk baterai tegangan tinggi sebagai komponen paling krusial.“Garansi standarnya itu delapan tahun atau 120 ribu kilometer,” dia.Baterai Wuling Air ev yang direndam dengan air di GIIAS 2022. Foto: Rizki Fajar Novanto/kumparanSelain garansi standar, Wuling juga memberikan tambahan berupa lifetime warranty yang menjadi nilai jual utama. Namun, perlindungan tambahan ini memiliki ketentuan khusus yang perlu dipahami konsumen sejak awal.Lifetime warranty hanya berlaku untuk pemilik pertama kendaraan dan tidak dapat dialihkan ke pemilik berikutnya. Ketika mobil dijual, pemilik baru tetap mendapatkan perlindungan, tetapi hanya sebatas sisa masa garansi standar yang masih berlaku.“Kalau mobil dijual di tahun ketiga, maka pemilik berikutnya masih bisa menikmati sisa garansi standar lima tahun,” ujar Brian.Program lifetime warranty sendiri dirancang untuk memberikan rasa aman bagi pengguna kendaraan listrik dalam penggunaan sehari-hari. Wuling ingin mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap risiko kerusakan baterai yang kerap dianggap mahal.“Kami ingin konsumen tidak terlalu khawatir soal baterai saat memakai mobil listrik,” kata Brian.Ia juga menegaskan bahwa kendaraan listrik tetap dapat digunakan meskipun masa garansi telah berakhir. Kondisi tersebut disamakan dengan mobil bermesin konvensional yang tetap bisa beroperasi setelah masa garansi habis.“Setelah delapan tahun bukan berarti mobilnya tidak bisa dipakai. Hanya secara administratif garansinya memang selesai,” ujarnya.Di sisi lain, Wuling tetap memberlakukan sejumlah syarat dan ketentuan dalam klaim garansi baterai. Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah kondisi battery health atau kesehatan baterai.Wuling Darion EV di GJAW 2025. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparanPenurunan performa dalam batas normal dianggap sebagai hal yang wajar sehingga tidak termasuk dalam klaim garansi. Namun, jika terjadi penurunan drastis dalam periode tertentu, konsumen tetap memiliki hak untuk mengajukan klaim sesuai ketentuan yang berlaku.Selain itu, pemilik kendaraan diwajibkan melakukan servis berkala di bengkel resmi agar status garansi tetap aktif. Wuling juga menegaskan bahwa garansi akan gugur apabila baterai dibongkar atau diperbaiki di luar jaringan bengkel resmi.“Kalau baterai dibongkar di luar bengkel resmi, kami tidak bisa memvalidasi proses pengerjaannya,” kata Brian.Meski begitu, ia melihat perkembangan bengkel spesialis kendaraan listrik di luar ATPM sebagai hal yang tidak terelakkan. Seiring pertumbuhan ekosistem EV di Indonesia, kehadiran sektor aftermarket dinilai akan semakin berkembang.“Ke depan ekosistem kendaraan listrik pasti berkembang juga ke aftermarket,” ujar dia.