OJK Sebut IHSG Masih Prospektif di Tengah Ketidakpastian Global

Wait 5 sec.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari (tengah) mendengarkan pandangan fraksi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut prospek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pasar saham domestik diyakini kini semakin selaras dengan indeks acuan global dan didukung oleh fundamental emiten yang membaik.Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pergerakan IHSG saat ini semakin konvergen dengan indeks global seperti MSCI Indonesia dan FTSE Indonesia. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pasar mulai merespons positif berbagai reformasi yang dilakukan OJK di sektor pasar modal.“Terkait dengan Indeks Harga Saham Gabungan, pergerakan IHSG sudah menunjukkan tren yang semakin konvergen dengan indeks acuan global seperti MSCI Indonesia dan FTSE Indonesia,” ujar Friderica dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6).Ia menjelaskan, dari sisi valuasi, pasar saham Indonesia saat ini berada pada level yang relatif menarik. Hal itu didukung valuasi yang lebih rendah dibandingkan rata-rata historis maupun pasar saham negara lain di kawasan.Selain faktor valuasi, OJK juga melihat kinerja emiten pada kuartal I 2026 menjadi penopang utama prospek pasar saham domestik. Perusahaan-perusahaan tercatat disebut mencatatkan perbaikan pendapatan dan profitabilitas yang memperkuat fundamental pasar.“Selain itu, kinerja emiten pada Q1 2026 menunjukkan tren yang positif tercermin dari perbaikan pendapatan dan profitabilitas sehingga memberikan dukungan fundamental terhadap prospek pasar saham domestik ke depan,” kata Friderica.Menurut dia, ketahanan pasar modal Indonesia juga masih terjaga berkat dominasi investor domestik, terutama investor ritel. Basis investor yang terus bertambah dinilai menjadi bantalan penting saat pasar menghadapi gejolak eksternal.Data OJK menunjukkan jumlah investor pasar modal meningkat signifikan dari 12,17 juta investor pada 2023 menjadi 26,49 juta investor per April 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 26,43 juta merupakan investor individu.Meski demikian, OJK menilai ruang pendalaman pasar masih sangat besar. Sebab, jumlah investor aktif harian baru mencapai sekitar 448 ribu investor atau setara 1,69 persen dari total investor pasar modal.OJK akan terus mendorong peningkatan literasi keuangan, perlindungan investor, penguatan integritas pasar, hingga pengembangan produk investasi agar pertumbuhan jumlah investor tidak hanya bersifat kuantitatif.OJK memastikan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah tekanan global dan volatilitas nilai tukar. OJK terus melakukan pengawasan berbasis risiko melalui pelaksanaan stress testing berkala serta pemantauan likuiditas, kualitas aset, dan permodalan industri keuangan.Friderica mengatakan, sektor jasa keuangan juga tetap menjalankan fungsi intermediasi untuk menopang aktivitas ekonomi nasional. Hingga April 2026, kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp 8.755 triliun, sementara dana pihak ketiga tumbuh 11,4 persen menjadi Rp 10.077 triliun.Adapun rasio kecukupan modal (CAR) perbankan tercatat berada di level 23,97 persen, menunjukkan ketahanan industri perbankan masih kuat.Sejalan dengan optimisme OJK, IHSG juga mencatatkan penguatan pada perdagangan Rabu (10/6). Hingga penutupan sesi I, IHSG naik 134,583 poin atau 2,34 persen ke level 5.881,232.Sebanyak 543 saham menguat, 151 saham melemah, dan 118 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 19,94 triliun dengan volume perdagangan 31,68 miliar saham.Penguatan indeks ditopang sejumlah saham yang mencatat kenaikan signifikan, di antaranya PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang melonjak 18,09 persen, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) naik 16,99 persen, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turut masuk jajaran penggerak utama indeks naik 110 poin (16,30 persen) ke 785; dan Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) naik 12 poin (12,37 persen) ke 109.