Menapaki Jejak Dakwah Nabi di Taif: Masjid Abdullah bin Abbas-Pegunungan Al Hada

Wait 5 sec.

Masjid Abdullah bin Abbas di Taif. Foto: Dok. MCH 2026Kota Taif merupakan wilayah yang memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan Nabi. Ketika tekanan kaum Quraisy di Makkah semakin kuat, Rasulullah SAW berupaya mencari dukungan ke kota ini.Jejak dakwah nabi bisa terlihat di berbagai sudut kota Taif. Jemaah haji maupun umrah, dapat menyaksikannya langsung saat city tour ke kota ini. Ada fasilitas menarik seperti kereta gantung, yang membuat jemaah bisa melihat lebih jelas jalan setapak di perbukitan yang dilalui oleh nabi.Berikut adalah beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi:Masjid Abdullah bin AbbasSalah satu destinasi yang banyak dikunjungi adalah Masjid Abdullah bin Abbas. Masjid ini merupakan masjid bersejarah yang menyimpan kisah dakwah Rasulullah SAW sekaligus mengenang salah satu sahabat paling cerdas dalam sejarah Islam.Masjid ini berjarak cukup jauh dari Makkah. Suasana di sekitar masjid terasa hidup dengan hadirnya para pedagang dari berbagai negara seperti Bangladesh dan Pakistan yang membuka lapak di kawasan tersebut.Masjid Abdullah bin Abbas di Taif. Foto: Dok. MCH 2026Masjid Abdullah bin Abbas mampu menampung sekitar 3.000 jemaah. Masjid yang dibangun tahun 592 hijriah ini, punya daya tarik utama yakni berdirinya ratusan tiang kokoh yang ada di dalam masjid.Selain digunakan untuk salat lima waktu dan salat Id, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan seperti seminar, kajian, dan perkuliahan agama yang diikuti masyarakat setempat.Keistimewaan masjid ini tidak hanya terletak pada arsitekturnya, tetapi juga pada sosok yang diabadikan namanya. Masjid ini berdiri di dekat makam Abdullah bin Abbas, sahabat sekaligus sepupu Nabi Muhammad SAW yang wafat pada tahun 68 Hijriah.Sosok yang dikenal sebagai ahli tafsir Al-Qur’an tersebut dikenang sebagai ulama besar yang memiliki kecerdasan luar biasa, hafalan Al-Qur’an yang kuat, serta kesetiaan yang tinggi kepada Rasulullah SAW.Ketua Rombongan Jemaah Umrah asal Sukabumi, Jawa Barat, Suleman, mengatakan dirinya sengaja membawa para jemaah berkunjung ke Taif untuk mengenang perjuangan dakwah Rasulullah SAW."Ziarah ke Taif karena ini adalah merupakan kota harapan Rasulullah. Di mana Rasul mendapatkan intimidasi, embargo ekonomi di kala itu. Kemudian berharap mendapatkan pertolongan dari bangsa Taif, kaum Taif. Dan ternyata Allah belum memberikan izin," katanya kepada tim Media Center Haji (MCH).Menurut Suleman, kunjungan ke Masjid Abdullah bin Abbas juga dimaksudkan untuk mengenalkan sosok sahabat Nabi yang dikenal memiliki keluasan ilmu agama."Dan kita sekarang ke Abdullah bin Abbas, karena ini adalah sepupu Rasul yang sudah mendapatkan doa dari Rasulullah. Semoga kita juga sama menjadi orang-orang yang memperdalam ilmu agama. Aamiin," tuturnya.Naik Kereta Gantung, Melihat Jejak RasulDi salah satu sudut kota Taif, ada wahana kereta gantung yang bisa dinikmati wisatawan. Dari atas sini, dapat terlibat rute yang dilalui nabi saat hendak dakwah di Taif.Kereta gantung ini berada di kawasan pegunungan Al Hada. Di sisi kanan kirinya adalah bukit batu terjal.Kereta gantung di Al Hada Taif. Foto: Dok. MCH 2026Dari atas kereta gantung ini, peziarah dapat membayangkan bagaimana perjalanan Rasulullah SAW ketika datang ke Taif sekitar tahun 619 M, tiga tahun sebelum peristiwa hijrah ke Madinah. Kedatangan Rasulullah ke Taif terjadi pada masa yang penuh ujian.Pada masa itu, nabi baru saja kehilangan dua sosok yang selama ini menjadi penopang dakwahnya, yakni sang istri Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib. Peristiwa itu membuat tekanan kaum Quraisy terhadap Rasulullah semakin keras. Tahun tersebut kemudian dikenal sebagai 'Tahun Kesedihan'.Dalam kondisi itu, Nabi bersama Zaid bin Haritsah berangkat menuju Taif. Mereka berjalan kaki menempuh perjalanan sekitar 90 kilometer dari Makkah dengan harapan mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat dan para pemuka Bani Tsaqif.Kereta gantung di Al Hada Taif. Foto: Dok. MCH 2026Alih-alih menerima dakwah Islam, para pemuka Taif menolak ajakan Rasulullah. Tidak hanya itu, beliau juga dihina, dicemooh, bahkan diusir.Sejumlah riwayat menyebutkan penduduk Taif mengerahkan anak-anak dan budak untuk melempari Rasulullah SAW dan Zaid bin Haritsah dengan batu hingga keduanya terluka dan berdarah.Ketika memandangi jalur-jalur pegunungan dari atas kereta gantung, terlihat lintasan yang sempat dilalui oleh nabi. Jalanan berbatu dan terjal. Adapun jarak yang ditempuh kereta gantung ini sekitar 4,2 kilometer, menjadi salah satu sistem kereta gantung terpanjang di Timur Tengah.