Ilustrasi wartawan di Jalur Gaza, Palestina. (Wikimedia Commons/Al Jazeera English)JAKARTA - Sindikat Jurnalis Palestina (PJS) pada Hari Kamis memperingatkan gelombang hasutan sistematis yang dipimpin oleh jurnalis dan tokoh media Israel, dengan dukungan lembaga politik, militer dan peradilan Israel, yang menargetkan jurnalis Palestina yang bekerja di Jalur Gaza.Dalam pernyataan sindikat tersebut mengatakan, hasutan terbuka ini, yang telah meningkat menjadi seruan eksplisit untuk membunuh jurnalis dan membenarkan penargetan mereka, mencerminkan kebijakan sistematis Israel yang bertujuan untuk membungkam kebenaran dan menutupi kejahatan perang yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap warga sipil.PJS menegaskan, jurnalis Palestina telah memenuhi tugas profesional dan etika mereka untuk menyampaikan kebenaran kepada dunia, dan bahwa menargetkan mereka merupakan kejahatan perang dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional, serta konvensi internasional tentang perlindungan jurnalis, dikutip dari WAFA 28 Agustus.Sindikat tersebut mendesak lembaga-lembaga internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengambil sikap yang jelas dan mendesak guna menghentikan hasutan dan serangan yang terus berlanjut terhadap jurnalis Palestina, memastikan perlindungan mereka, dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2222 tentang perlindungan jurnalis dalam konflik bersenjata.Sindikat tersebut juga memuji posisi internasional yang mengutuk kejahatan yang dilakukan terhadap jurnalis oleh pendudukan Israel, khususnya Federasi Jurnalis Internasional, serta solidaritas global yang semakin meningkat dengan jurnalis Palestina.