Sri Mulyani Mendadak Ubah Format Konferensi Pers APBN Kita Jadi Online, Ada Apa?

Wait 5 sec.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Dok. Kementerian Keuangan)JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tiba-tiba memutuskan untuk mengubah format pelaksanaan konferensi pers "APBN Kita" yang semula direncanakan berlangsung secara tatap muka, menjadi konferensi virtual.Adapun, keputusan tersebut diambil mendadak pada Jumat pagi, 29 Agustus, dengan alasan pertimbangan situasi keamanan yang terjadi sejak dini hari tadi.Untuk informasi, Konferensi pers "APBN Kita" merupakan agenda rutin Kementerian Keuangan untuk menyampaikan realisasi dan perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada publik. Biasanya, acara ini digelar secara langsung dengan partisipasi jurnalis dari berbagai media."Selamat pagi teman-teman jurnalis, mempertimbangkan situasi keamanan per dinihari tadi, maka Konferensi Pers APBN Kita akan dilakukan secara online melalui zoom/video conference pukul 09.30," demikian bunyi pengumuman yang disampaikan kepada para wartawan pada Jumat pagi.Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih rinci dari pihak Kementerian Keuangan mengenai situasi keamanan yang dimaksud dan penyebab pasti perubahan format tersebut.Sebagai informasi, beredar di media sosial Instagram dan X yang sebelumnya Twitter menampilkan gambar harga barang pengadaan barang oleh Polri untuk membeli kendaraan Rantis Penghalau Massa yang menghabiskan anggaran hampir Rp1 Miliar, banyak masyarakat yang merepost gambar tersebut yang ditujukan ke Kementerian Keuangan dan Polri.Sebelumnya, Demo yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR RI berakhir ricuh, pada kerusuhan tersebut seorang driver ojol tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob.Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional Andi Kristiyanto angkat bicara terkait insiden tewasnya seorang ojek online (ojol) dalam peristiwa demo kenaikan gaji anggota DPR yang berlangsung ricuh di depan Gedung DPR dan Pejompongan Jakarta Pusat, Kamis 28 Agustus 2025.Andi Kristiyanto membenarkan ada dua orang sopir ojol yang menjadi korban."Informasi yang kami dapat, saat ini ada dua rekan ojol. Yang pertama mengalami luka-luka sekarang di Pelni ini masih kritis, itu dari Grab kalau tidak salah. Dan ada satu yang sudah meninggal, dipastikan meninggal di RSCM, itu dari driver Gojek, itu yang terlindas barakuda tadi." kata Andi Kristiyanto dalam keterangan yang diterima VOI, Kamis malam, 28 Agustus 2025.Andi juga membenarkan korban meninggal dunia bernama Affan Kurniawan. Sedangkan satu korban lainnya kritis akibat dipukul bernama Moh. Umar Amarudin."Iya satu meninggal dunia. Itu (korban kedua) saat ini kritis, dia mengalami pemukulan ya, dipukuli itu kalau tidak salah. Dan dia sekarang ada di rumah sakit Pelni." sambungnya.Andi juga menjelaskan masyarakat meminta Brimob bertanggung jawab atas jatuhnya dua sopir ojol."Agar pihak kepolisian khususnya Brimob ya, anggota polri khususnya Brimob ini untuk bertanggung jawab atas kejadian ini. Jadi teman-teman masih banyak yang berkumpul di RSCM dan ini kita sedang merapat ke sana semua, dan sebagian sudah ada di RSCM juga untuk membantu kepulangan jenazah." ungkap Andi.Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan permohonan maaf atas insiden tersebut."Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam dalamnya. Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban, dan saya minta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut. Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban dan seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar Ojol." ucap Jenderal Listyo Sigit Prabowo berdasarkan data yang diterima VOI, Kamis malam, 28 Agustus 2025.Menurut Jenderal Listyo, kepolisian saat ini sedang mencari keberadaan korban untuk dilakukan penanganan lebih lanjut."Sampai saat ini kami sedang minta Kapolda, Kadivpropam dan Tim Pusdokes untuk mencari keberadaan korban" katanya.