Ketua DPD ADO Sumsel, Asrul Indrawan, sedang orasi di depan aksi massa di DPRD Sumsel, Selasa, 20 Mei 2025. Foto : Anyelir/Urban IdKejadian tragis yang menimpa seorang driver ojek online (ojol) di Jakarta pada 28 Agustus 2025, menyisakan duka mendalam bagi komunitas ojol di seluruh Indonesia, termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel).Korban bernama Affan Kurniawan meninggal dunia setelah diduga ditabrak mobil rantis yang dikemudikan oleh oknum aparat Brimob. Peristiwa ini menuai kecaman dan seruan keadilan dari berbagai organisasi driver online.Menanggapi hal tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan siap menggelar aksi damai di depan Mapolda Sumsel sebagai bentuk solidaritas sekaligus desakan agar kasus ini diusut tuntas.“ADO Sumsel mendesak Kapolri untuk memproses secara hukum oknum aparat yang telah menyebabkan rekan kami meninggal dunia. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali,” tegas Ketua DPD ADO Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, Jumat (29/8/2025).Asrul juga menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Menurutnya, kematian Affan Kurniawan bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga luka bagi seluruh komunitas ojol di Indonesia.“Kami keluarga besar ADO Sumsel turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya rekan kami. Kami mengecam keras tindakan represif aparat yang telah merenggut nyawa saudara kami,” tambahnya.Sebagai tindak lanjut, ADO Sumsel akan menggelar rapat internal untuk menentukan waktu dan teknis pelaksanaan aksi massa damai.“Hari ini kami akan rapat dulu, setelah itu baru kami umumkan jadwal aksi solidaritasnya,” tutup Asrul.