Konsep Tobat

Wait 5 sec.

Sumber: photoilustrasi/ChatGPTTobat berarti kembali kepada Allah kalau menengok ke dalam al-Qur’an terdapat dalam al-Qur’an Surah al-Tahrim ayat 8, artinya sebagai berikut : bertobatlah kepada Allah dengan tobat sesungguhnya ( nasuha)Ulama membedakan antara istighfar dan tobat, kalau istighfar memohon ampun kepada Allah yang diucapkan secara spontan atau ketika sedang melakukan maksiat lalu ia sadar seketika dan menyesal lalu ikrar dengan astaghfirullahal’adzim,Sementara tobat, oleh ulama mempunyai makna yang sangat dalam yaitu kembali kepada Allah dengan sungguh-sungguh yang diawali dengan penyesalan, meninggalkan perbuatan salah yang ia lakukan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, itulah baru disebut tobat.Dalam tinjauan ilmu tasawuf tobat adalah tangga pertama untuk menyelami tasawuf tobat dulu baru kemudian menaikkan level ke sabar, qanaah, zuhud, ma’rifat. Dengan demikian tobat lebih dalam maknanya dari pada istighfar, akan tetapi sama sekali tidak menghilangkan istighfar itu sendiri, justru harus banyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari diceritakan dari Asiya r.a bahwa Nabi Saw tidak kurang dari 100 istighfar dalam sehari, padahal beliau sudah dapat jaminan surga dan bertipe premium al-ma’sum.Nasaruddin Umar menyebutnya naik level dari istighfar ke tobat, maksudnya adalah untuk sungguh-sungguh dalam tobat tidak cukup hanya sekadar ucapan istighfar saja, tetapi harus lebih dari itu menyesali perbuatan dan bertekad tidak mengulanginya lagi. Jangan sampai menjadi istilah-istilah umum orang seperti tomat tobat maksiat, berulang-ulang apa gunanya kalau seperti ini tidak ada pendirian yang pasti dalam kehidupannyaImam al-Ghazali dalam Ihya ulumuddin sebagaimana dikutip oleh Nasaruddin Umar membagi tobat kepada tiga yaitu tobat awam, yaitu tobatnya seseorang karena melakukan kemaksiatan dosa kepada Allah, kedua, tobat khawas, yaitu tobatnya orang yang secara khusus ia tobat kepada Allah karena lalai dari ketaatan misalnya ia lupa dan tinggal salat sunnah seperti salat duha, salat tahajud, dan salat malamKetiga, khawasul khawas, taubatnya diatas level khawas seorang hamba ia minta ampun kepada Allah karen terluput ingat kepada Allah SWT, jadi ini levelnya bisa disebut level para Nabi, Syuhada aulia Allah.Upaya-upaya yang dilakukan untuk bertobat kepada Allah SWT adalah, menyesali dan tidak akan mengulangi perbuatan salah tersebut, anggaplah itu yang sudah berlalu, namun dalam catatan kalau dulu yang pernah kita buat salah adalah berupa menzalimi orang lain minta maaflah kepada yang dizalimi, datangi tanpa merasa malu karena ini masa depan dunia dan akhirat kita, kalau berupa barang harus dikembalikan kepada pemiliknya.Kalau masalah kita kepada Allah begitu mudah datang kepada Allah ada orang bilang 99 kesalahan manusia sekali kebaikan tulus meminta ampun kepada Allah akan diterima oleh Allah tentunya dengan hati yang sungguh-sungguh. Sementara 99 kebaikan yang kita bangun di hadapan manusia sekali saja kita salah hilang semua kebaikan yang pernah dibangun tadi. Pantas ada orang mengatakan berharap kepada manusia kecewa kepada Allah tidak ada kecewa dan ruginya. Serahkanlah semua keluh kesah kita hanya kepada AllahBukankah Allah tempat sebaik-baik mengadu dosa-dosa kita yang tidak bisa dihitung banyaknya sampai hari ini, kalau ada satu mesin baru misalnya alat pengukur dosa mesin itu dengan sendirinya akan error bahkan mati gara-gara banyaknya dosa manusia baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.Tidak ada manusia yang tidak alpa dari kesalahan dan kesilapan, Gus Mus pernah mengatakan kalau makhluk Allah bernama Iblis itu selalu salah, Malaikat selalu benar, maka manusia ini bisa benar bisa salah, jalan terbaik dari semua kesalahan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri adalah segera mohon ampun kepada Allah sesuai dalam al-Qur’an surah Ali Imran ayat 133 , bersegeralah kamu mohon ampun kepada Tuhanmu yang Surag-Nya seluas langit dan Bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (QS. Ali Imran [33]:133).