Kepala RS Bhayangkara TK. II Setukpa Sukabumi, Kombes Carles Siagian. Foto: Dok. Sukabumi UpdatePolisi telah melakukan autopsi terhadap jenazah NS, anak yang tewas diduga dianiaya ibu tiri di Sukabumi. Dari hasil autopsi, ditemukan sejumlah luka.Autopsi NS dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Sukabumi, pada Jumat (20/2).“Dengan luka bakar di anggota gerak, di lengan, di kaki kanan dan kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung dan luka bakar juga ada di area bibir dan hidung,” ujar Kepala RS Bhayangkara Setukpa Kombes dr Carles Siagian, dikutip Minggu (22/2).Carles menyatakan dokter forensik belum bisa menyimpulkan apakah luka bakar itu dari sebuah penganiayaan atau bukan. “Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” imbuhnya.Dia melanjutkan pemeriksaan dalam juga telah dilakukan terhadap organ-organ dalam. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan laboratorium di Jakarta.“Organ-organ diautopsi dan kita melakukan pemeriksaan laboratorium dan mengirimkan hasil ke Jakarta. Kami sedang menunggu hasil, untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organ,” jelasnya.Carles menambahkan organ yang diperiksa adalah jantung dan paru-paru. “Paru-paru tadi diperiksa karena paru-paru sedikit membengkak, apakah memang itu karena korban sebelumnya punya penyakit atau tidak,” ujarnya.Jenazah NS, anak di Sukabumi yang meninggal dengan kondisi tubuh penuh luka, sebelum dimakamkan. Foto: Dok. Sukabumi UpdateMengenai luka kekerasan tumpul, Carles menyatakan tidak ada. “Jadi ada luka yang tadi disampaikan di area bibir bagian atas dan dekat hidung, tetapi itu luka yang sudah lama, tidak bisa dipastikan apakah tumpul dan tidak sembuh sehingga menjadi luka,” katanya.Dia menuturkan, dokter forensik RS Bhayangkara menerima jenazah dari Polres Sukabumi pada Jumat dini hari. Selanjutnya autopsi dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung selama 3 jam.Sementara itu, setelah autopsi selesai, jenazah NS dibawa ke kampung halaman ayahnya di Kampung Ratumandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade.Kematian bocah tersebut viral di media sosial, disertai narasi bahwa ia menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya.Karena kematiannya dinilai janggal, Anwar Satibi, sang ayah meminta agar jenazah anaknya diautopsi. Dia berharap autopsi dapat menjawab misteri kematian anaknya.Namun, sampai saat ini Polres Sukabumi belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kelanjutan kasus ini.