Jenazah NS yang siap dimasukkan ke dalam mobil ambulan. Foto: Dok. Sukabumi UpdateAyah kandung NS, bocah 13 tahun yang diduga tewas dianiaya ibu tiri, Anwar Satibi mengungkapkan pernah melaporkan ibu tiri korban TR (47 tahun) ke polisi. Laporan itu terkait dugaan penganiayaan.Anwar menuturkan istrinya diangkat anak oleh seseorang bernama Haji Isep. Isep punya 2 anak angkat, TR dan seorang anak laki-laki yang kini sudah duduk di kelas 3 SMA. Anwar, TR, MS, dan satu anak angkat itu pun tinggal bersama.Tahun lalu, Anwar mendapati NS dianiaya oleh TR. Penganiayaan dipicu karena pertengkaran antara NS dan seorang anak angkat itu. Anwar lalu melaporkan kasus itu ke Polres Sukabumi."Kalau berantem sama anak itu, itu yang dihantam anak saya," kata Anwar di Sukabumi, dikutip Minggu (22/2)."Pas terjadi penganiayaan yang saya laporkan satu tahun yang lalu di Polres, itu gara-gara berantem sama anak itu. Jadi ini sudah pernah terjadi," tambahnya.Anwar mengatakan, saat itu, NS mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. Anwar menduga NS kena hantaman benda tumpul.Ayah angkat TR, Haji Isep, ikut memediasi perkara tersebut. TR juga memohon untuk tidak dilaporkan ke polisi dan akan bertobat."Dia (TR) sampai sujud minta maaf. Akhirnya terjadi perdamaian. Sebetulnya laporan yang di Polres pun belum saya cabut yang tahun lalu," ujarnya.Ayah NS, Anwar Satibi menangis di samping mobil ambulan yang akan membawa jenazah anaknya. Foto: Dok. Sukabumi UpdateDugaan penganiayaan yang dialami NS, kembali dilaporkan ke polisi oleh Anwar. Namun ia tidak mau langsung menuduh, TR sebagai pelakunya. "Yang ini sudah, tapi di Polsek karena kan harusnya di Polres, tapi karena jauh ya saya lapor di Polsek dulu. Buat sementara saja, karena kemarin permintaan dari dokter buat bikin (visum)" tuturnya.Anwar juga yang meminta dilakukan autopsi kepada anaknya itu. Dia berharap autopsi dapat menjawab misteri kematian anaknya."Makanya kenapa saya mendorong untuk dilakukannya autopsi, intinya saya tidak bisa menuduh, tidak bisa memfitnah, karena saya ingin tahu, ingin memastikan. Saya nggak bisa menuduh-nuduh sembarang," ujarnya.Awal Dugaan Penganiayaan TerungkapNS merupakan pelajar SMP Kelas 1 yang juga santri di Pondok Pesantren Darul Maarif di Kecamatan Cibitung. Ketika menjelang ramadan, dia pulang ke rumah di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon.Anwar menuturkan, pulang dari pondok pesantren, anaknya dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan dia sempat mengajak anaknya jalan-jalan. Tetapi pada Rabu (18/2), ketika Anwar bekerja, TR menelepon. Dia memberi tahu kalau NS sakit panas."Pas sampai rumah saya kaget melihat kondisi kulit anak saya yang kulitnya pada melepuh. Saya tanya Mah kenapa kulitnya seperti ini? dia jawab 'ini kan sakit panas yah jadi kulitnya pada melepuh'," ujarnya.Dia merinci, kulit tubuh anaknya melepuh pada bagian kaki, punggung, tangan dan lainnya.Keesokan harinya, anak tersebut dibawa ke RSUD Jampangkulon. Yang mengajak Anwar untuk membawa sang anak ke rumah sakit adalah ibu tirinya.Sesampainya di rumah sakit, Anwar mulai merasa ada yang janggal dengan kondisi anaknya. Ia kemudian meminta Isep Dadang Sukmana, pengurus pondok pesantren tempat anak itu menimba ilmu, untuk datang ke rumah sakit.Keluarga menangis di hadapan jenazah NS, anak di Sukabumi yang tewas diduga dianiaya ibu tiri. Foto: Dok. Sukabumi UpdateDi ruang IGD, Isep menanyai anak tersebut. Sang anak mengaku telah diberi minum air panas oleh ibu tirinya. "Haji Isep datang, ditanyalah ini anak, yah ngaku dikasih air panas," ujarnya.Di sana, Anwar sempat meluapkan kemarahannya kepada istrinya yang juga merupakan ibu tiri korban. Setelah itu, anak tersebut mendapat perawatan intensif di ICU karena kondisinya kritis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan ia meninggal dunia pada Kamis sore.Ibu Tiri BantahTR membantah tudingan bahwa dirinya menganiaya NS hingga menyebabkan luka dan kematian.“Iya itu sakit saja, sakit panas, kalau kemarin dari Pak Surahman yang di BAP di Polsek itu tapi tidak memberikan bukti otentiknya hanya melihat dari HP kalau anak itu didiagnosa kanker darah, Leukimia autoimun, jadi itu bener sakit,” ujar TR, Sabtu (21/2).TR menyatakan bahwa kondisi korban disebabkan oleh penyakit serius yang disebutnya berkaitan dengan gangguan darah seperti kanker.