Masjid Aceh Sepakat, Medan, Senin (23/2/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparanMasjid Aceh Sepakat di Medan menyiapkan 1.000 porsi takjil berupa makanan khas Aceh untuk jemaah berbuka puasa setiap hari.Makanan khas tersebut adalah bubur Rumbi atau bubur Kanji, yang dibuat dari aneka bumbu, campuran daging ayam, serta rempah-rempah khas Aceh.Setiap tahunnya, Masjid Aceh Sepakat selalu menyajikan takjil bagi masyarakat Kota Medan sejak 1996. Takjil ini diperuntukkan bagi para musafir yang datang maupun jemaah di sekitar masjid.Bubur Kanji dibuat selama kurang lebih empat jam sebelum dapat disantap oleh jemaah.Juru masak Nana Buani, yang akrab disapa Agam (65), telah lama memasak bubur kanji untuk jemaah berbuka puasa. Ia belajar memasak bubur secara turun-temurun sejak 1987.Ia mengaku bahagia bisa menjadi bagian dari persiapan makanan berbuka puasa bagi umat Muslim.“Ya gembira bisa seperti ini. Bisa berbuka bersama di sini,” kata Nana saat berbincang dengan kumparan di lokasi memasak, Senin (23/2).Juru masak bubur kanji, Nana Buani, di Masjid Aceh Sepakat, Medan, Senin (23/2/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparanNana rela menempuh perjalanan sekitar satu jam dari rumahnya di Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, untuk memasak bubur kanji. Ia mengatakan pekerjaan tersebut menjadi cara mengisi waktu luang sambil menunggu waktu berbuka.“Hanya untuk mengisi waktu saja. Kalau kerja begini tidak terasa sudah sore. Mulai masaknya pukul 11.00 WIB, sekitar empat jam baru selesai,” ujarnya.Nana menerima upah Rp 100.000 per hari dari Badan Kenaziran Masjid untuk memasak bubur kanji, bersama dua anggota tim lainnya.Buka Bersama Kuah Beulangong Ditiadakan karena Bencana Aceh TamiangProses pembuatan takjil bubur kanji makanan khas Aceh di Masjid Aceh Sepakat, Medan, Senin (23/2/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparanPada kesempatan yang sama, salah satu jemaah, Ahmad Basri, mengatakan bahwa tahun ini bubur kanji dibagikan dalam kemasan per porsi kepada para jemaah.Ia menjelaskan, tahun ini Masjid Aceh Sepakat meniadakan buka puasa bersama dengan menu Kuah Beulangong (kari lembu). Dana yang biasanya digunakan untuk menu tersebut dialihkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang.“Tahun ini karena ada musibah di Aceh, kita tiadakan makan bersama. Biasanya sebelum waktu berbuka makan bubur kanji, setelah salat Magrib baru makan nasi dengan kuah Beulangong. Jadi tahun ini tidak ada nasi dan tidak ada kuah Beulangong. Karena kita fokus ke Tamiang, dananya dikirim ke sana,” ujar Ahmad.Ia menuturkan, pada tahun lalu dana yang dibutuhkan untuk menyediakan takjil dan buka puasa bersama hampir mencapai Rp 1 miliar. Namun tahun ini, dana tersebut dialihkan untuk bantuan bencana di Aceh Tamiang.“Setiap tahun itu kita butuh dana kurang lebih Rp 1 miliar untuk buka puasa,” kata Ahmad.Proses pembuatan takjil bubur kanji makanan khas Aceh di Masjid Aceh Sepakat, Medan, Senin (23/2/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparanSementara itu, Kepala Badan Kenaziran Masjid, Eddy Miswar, mengatakan Masjid Aceh Sepakat didirikan pada 1968. Masjid tersebut berdiri berawal dari perkumpulan warga Aceh yang berada di Medan, hingga akhirnya terbentuk yayasan dan didirikan masjid.“Karena pendirinya memang orang Aceh, perkumpulan orang Aceh. Makanya dibuat namanya Aceh Sepakat,” ujar Eddy.Menurutnya, setiap hari masjid menyiapkan 1.000 porsi untuk dibagikan kepada jemaah, baik dari sekitar masjid maupun luar daerah.“1.000 porsi per hari dimasak. Diutamakan untuk para jemaah sekitar dan luar daerah,” tutup Eddy.