LPDP Akan Panggil Suami dari Alumni Bikin Konten Bangga Anaknya Jadi WNA

Wait 5 sec.

Ilustrasi beasiswa LPDP. Foto: Fitra Andrianto/kumparanLembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berencana memanggil suami dari alumni LPDP bernama Dwi Sasetyaningtyas terkait konten unboxing paket paspor dan dokumen kewarganegaraan Inggris untuk anaknya. Konten itu belakangan ramai dan mendapat sorotan.Dalam keterangan resmi LPDP, suami Sasetyaningtyas belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi. Sementara Dwi sendiri sudah menyelesaikan kewajiban kontribusinya selama lima tahun usai menyelesaikan studi."Terkait suami Saudari DS, Saudara AP, yang juga menjadi perhatian publik dan merupakan alumnus LPDP, yang bersangkutan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi," demikian keterangan LPDP, Minggu (22/2).LPDP mengancam akan memberi sanksi terhadap Saudara AP bila terbukti tidak menyelesaikan kewajiban kontribusinya. Sanksi itu salah satunya pengembalian seluruh dana beasiswa."LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP akan melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi hingga pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," jelasnya.Terakhir, LPDP berkomitmen untuk menjaga integritas, termasuk bertanggung jawab terhadap seluruh awardee dan alumni."LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia," tutup keterangan itu.Permintaan MaafLewat akun Instagramnya, Sasetyaningtyas menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas. Ia mengaku frustrasi terhadap berbagai kondisi yang dihadapinya.Namun, ia menyadari apa yang dilakukannya adalah kesalahan dan telah melukai banyak pihak. Terakhir, Sasetyaningtyas pun berharap dapat dimaafkan.Berikut permintaan maaf Sasetyaningtyas:Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan.Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama.Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia.Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya.Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi.Saya sangat menghargai setiap kritik dan masukan yang telah disampaikan secara baik dan konstruktif, sebagai pembelajaran untuk terus memperbaiki diri, termasuk belajar berkomunikasi dengan lebih bijaksana, lebih jernih, dan lebih berempati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan.Semoga di bulan suci Ramadan ini, kita bisa saling menata hati, memperbaiki diri, dan fokus menjalankan ibadah sepenuh hati.Terima kasih atas perhatian dan doa baiknya.