Golkar Kaltim Mulai Siapkan Kader untuk Kontestasi Pilkada Samarinda

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) mulai melakukan langkah awal dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang, khususnya untuk kontestasi di Kota Samarinda. Sejumlah kader disebut telah dipetakan sebagai figur potensial untuk maju dalam pemilihan tersebut.Meskipun pelaksanaan Pilkada masih akan berlangsung beberapa tahun ke depan, dinamika politik di internal partai mulai menunjukkan arah yang semakin jelas. Partai berlambang pohon beringin itu menegaskan bahwa posisi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat kabupaten dan kota memiliki peranan penting dalam menentukan figur yang akan diusung sebagai calon kepala daerah.Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Timur, M. Husni Fachruddin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi beberapa nama yang dinilai memiliki peluang untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Samarinda. Di antara nama yang disebutkan yakni Hasanuddin Mas’ud dan Andi Satya Adi Saputra.Ayub, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa jabatan Ketua DPD Golkar tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki konsekuensi politik yang jelas, yakni kesiapan untuk maju dalam kontestasi Pilkada.“Hal tersebut memang menjadi bagian dari agenda partai. Ketua Golkar di tingkat kabupaten dan kota harus memiliki kesiapan untuk menjadi calon kepala daerah. Kesiapan tersebut merupakan salah satu persyaratan utama. Apabila tidak memiliki kesiapan untuk maju, maka yang bersangkutan tidak akan didorong untuk menduduki posisi ketua,” ujarnya, pada Senin (6/4/2026).Ia menambahkan, Partai Golkar memerlukan figur yang tidak hanya memiliki jabatan struktural, tetapi juga mempunyai keberanian serta tingkat keterpilihan yang memadai untuk bersaing dalam pemilihan kepala daerah.“Figur yang menjabat sebagai ketua harus memiliki kesiapan untuk maju sebagai kepala daerah. Hal tersebut merupakan faktor utama. Jika tidak memiliki keberanian ataupun potensi yang memadai, maka peluang untuk diberikan mandat tidak akan dibuka,” tegasnya.Menurutnya, kebijakan tersebut diterapkan karena Ketua DPD memiliki peran strategis dalam mengendalikan jalannya organisasi dan menggerakkan mesin politik partai. Oleh sebab itu, figur yang berasal dari kepemimpinan internal dinilai lebih efektif dalam mengonsolidasikan dukungan politik.“Ketua DPD merupakan pemimpin organisasi sekaligus pengendali utama mesin partai. Apabila bukan ketua yang maju, maka akan lebih sulit untuk menggerakkan kekuatan partai secara optimal,” jelasnya.Saat ditanya mengenai kemungkinan figur yang saat ini menjabat sebagai anggota legislatif, seperti Andi Satya Adi Saputra dan Hasanuddin Mas’ud, Ayub tidak menutup kemungkinan terhadap peluang keduanya. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap bergantung pada hasil pemilihan Ketua DPD Golkar di masing-masing daerah.“Siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Golkar di tingkat kabupaten atau kota, maka figur tersebutlah yang akan diusung sebagai calon kepala daerah. Prinsip tersebut menjadi pedoman utama kami,” pungkasnya. (*)