BorneoFlash.com, SAMARINDA - Isu terkait kemungkinan tidak adanya bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada kabupaten/kota pada 2027 mendapat perhatian serius.Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menilai kebijakan tersebut berpotensi memberi dampak luas terhadap pembangunan daerah.Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengingatkan agar rencana tersebut tidak sampai direalisasikan sepenuhnya. Ia menilai, meskipun kondisi fiskal provinsi sedang mengalami tekanan, penghapusan bantuan secara total bukan langkah yang tepat.“Kami memahami kondisi keuangan pemerintah provinsi, namun kami menyarankan agar bantuan tersebut tidak dihilangkan sepenuhnya,” ujarnya, pada Senin (6/4/2026).Menurutnya, keberadaan kabupaten/kota merupakan fondasi penting bagi kekuatan provinsi. Oleh karena itu, dukungan melalui skema bantuan keuangan tetap dibutuhkan agar pembangunan di daerah dapat berjalan optimal.Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada Kota Samarinda, melainkan juga seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Dalam struktur anggaran daerah, terdapat mekanisme belanja transfer yang memang dialokasikan untuk mendukung pemerintah daerah.Selain itu, Andi Harun juga menyinggung peran anggota DPRD provinsi dari masing-masing daerah pemilihan, termasuk Samarinda, yang memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di wilayahnya.“Apabila terjadi penurunan, hal tersebut masih dapat dimaklumi. Namun demikian, sebaiknya tidak sampai pada kondisi ditiadakan sama sekali,” katanya.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemajuan provinsi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kabupaten/kota. Jika daerah-daerah mampu berkembang dengan baik, maka secara otomatis akan berdampak positif terhadap pertumbuhan provinsi.“Saya masih memandang hal ini sebagai rumor, karena saya meyakini Gubernur tidak memiliki kebijakan untuk menghapus bantuan tersebut,” ucapnya.Ia juga mengungkapkan bahwa dalam komunikasi terakhir, Gubernur Kalimantan Timur menyampaikan komitmen untuk tetap memberikan dukungan terhadap pembangunan di Samarinda.Menurutnya, Gubernur bahkan mendorong agar Samarinda belajar dari daerah lain yang telah berhasil, seperti Kota Pontianak dalam pengelolaan sungai, hingga membuka peluang untuk melakukan studi ke luar negeri, seperti ke Kuching.“Saya meyakini bahwa komitmen yang telah disampaikan tersebut akan direalisasikan,” pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Samarinda)