BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengakui bahwa pembangunan 10 unit insinerator yang telah dilakukan belum mampu menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh. Tingginya volume sampah harian menjadi tantangan utama yang masih dihadapi hingga saat ini.Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa jumlah sampah yang dihasilkan di Kota Tepian telah melampaui 600 ton setiap hari. Kondisi tersebut membuat kapasitas fasilitas pengolahan yang ada dinilai belum memadai.“Tentu saja kapasitas yang ada saat ini belum mencukupi, mengingat volume sampah harian di Samarinda telah melebihi 600 ton,” ujarnya, pada Senin (6/4/2026).Sebagai upaya jangka panjang, Pemkot Samarinda kini tengah menyiapkan rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah berskala besar. Proyek tersebut direncanakan akan berlokasi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan.Menurut Andi Harun, berbagai alternatif teknologi tengah dipertimbangkan secara matang, mulai dari penggunaan insinerator berkapasitas besar hingga penerapan sistem pengolahan sampah berbasis energi atau waste to energy.“Kami tengah menyiapkan opsi pembangunan insinerator berkapasitas besar, sekitar 100 ton dalam delapan jam, atau pengolahan sampah berbasis energi yang dapat dikonversi menjadi listrik,” jelasnya.Ia menambahkan, proyek tersebut membutuhkan dukungan pendanaan yang cukup besar. Oleh sebab itu, pemerintah kota berupaya menjalin kerja sama dengan pihak swasta agar pembiayaan tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).“Saat ini sudah terdapat beberapa pihak yang menunjukkan minat serius, baik dari perusahaan Malaysia, perusahaan nasional, maupun dari Danantara,” katanya.Meskipun demikian, Pemkot Samarinda masih melakukan kajian lebih lanjut terhadap calon mitra yang akan terlibat. Evaluasi difokuskan pada tingkat kredibilitas serta komitmen dalam merealisasikan kerja sama.“Kami tidak hanya mempertimbangkan minat, tetapi juga menilai bonafitas dan keseriusan mitra. Skema yang digunakan adalah kerja sama bisnis ke bisnis yang saling menguntungkan,” tegasnya.Lebih lanjut, Andi Harun menegaskan bahwa pengelolaan sampah tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintah kota. Hal ini sejalan dengan tuntutan Samarinda sebagai kota urban yang harus menjaga kebersihan lingkungan.“Pengurangan volume sampah menjadi agenda prioritas. Kota ini tidak boleh kotor dan harus kita jaga bersama agar tetap bersih,” pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Samarinda)