BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Realisasi anggaran tinggi tak selalu cukup jika belum dirasakan masyarakat. Pesan itu mengemuka saat Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Balikpapan Tahun 2025, saat Rapat Paripurna di Grand Senyiur Hotel Balikpapan, pada Senin (6/4/2026).Dalam paparan Wakil Wali Kota Balikpapan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tidak hanya menyoroti capaian angka, tetapi juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap manfaat nyata dari penggunaan anggaran.“Yang paling penting bukan sekadar realisasi, tetapi apakah masyarakat merasakan dampak positif dari APBD 2025,” ujar Bagus Susetyo.Secara angka, kinerja keuangan daerah tergolong tinggi. Pendapatan daerah setelah perubahan ditargetkan Rp4,26 triliun dan terealisasi Rp4,13 triliun atau 97,10 persen. Sementara belanja daerah dari target Rp4,75 triliun terealisasi Rp4,27 triliun atau 89,90 persen.Belanja modal menjadi sektor dengan serapan tertinggi, mencapai 95,32 persen dari alokasi Rp1,56 triliun. Disusul belanja operasi yang terealisasi 87,22 persen, belanja tidak terduga 87,70 persen, serta belanja transfer yang terserap penuh 100 persen.Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga mengakui adanya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa). Bagus menjelaskan, hal tersebut umumnya berasal dari efisiensi hasil lelang serta kegiatan yang tidak memungkinkan diselesaikan di akhir tahun anggaran.Menurutnya, memaksakan penyelesaian proyek fisik yang tersebar di 38 organisasi perangkat daerah, justru berisiko menimbulkan keterlambatan dan persoalan administratif.“Jika dipaksakan, justru bisa menimbulkan masalah baru. Jadi ini bagian dari pengelolaan yang tetap harus diperhitungkan,” jelasnya.Dalam konteks tersebut, peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menjadi penting, untuk menguji apakah pelaksanaan anggaran telah sesuai rencana sekaligus memberi dampak langsung kepada masyarakat.LKPJ ini selanjutnya akan dikaji DPRD Kota Balikpapan untuk menghasilkan rekomendasi sebagai bahan perbaikan kinerja ke depan.Adanya capaian tinggi di atas kertas, tantangan berikutnya bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan adalah memastikan setiap rupiah anggaran tidak hanya terserap, tetapi benar-benar mengubah kualitas hidup warganya. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)